Kisah Tragis Sulfikar Hartono, “Takbiran Ya Balapan”

DOKUMENTASI VIDEO:
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

Pada 2018, nama Sulfikar Hartono mendadak ramai diperbincangkan warganet. Pengguna Facebook asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan itu menjadi sorotan setelah meninggal dunia kecelakaan tepat pada malam takbiran, tak lama setelah memposting status yang berkaitan dengan rencananya mengikuti balap liar.

Sulfikar dikenal sebagai anak muda yang memiliki minat besar pada dunia fotografi dan menyimpan banyak mimpi tentang masa depannya. Namun, di balik kesehariannya itu, ia juga kerap terlibat dalam aktivitas balap liar yang biasa marak terjadi saat malam takbiran, ketika suasana jalanan lebih ramai dan euforia perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha meningkat.

Pada 13 Juni 2018, bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri, Sulfikar mengunggah status di Facebook yang berbunyi, “Siap Gas Malam Takbiran.” Unggahan tersebut kemudian dikaitkan dengan aktivitas balap liar yang ia ikuti malam itu. Beberapa waktu berselang, tepatnya pada 21 Agustus 2018 yang juga merupakan malam takbiran Idul Adha, ia kembali menulis status serupa: “Takbiran Ya Balapan.” Status inilah yang kemudian menjadi sorotan luas setelah insiden tragis yang merenggut nyawanya terjadi pada malam yang sama.

Takbiran Ya Balapan 😂

Dikirim oleh Sulfikar Hartono pada Selasa, 21 Agustus 2018

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut itu terjadi pada Selasa malam, 21 Agustus 2018, di depan Pasar Atapange, Desa Rumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo. Dua pengendara motor yang melaju secara ugal-ugalan dari arah berlawanan terlibat tabrakan hebat.

Salah satu kendaraan adalah sepeda motor jenis Kawasaki Ninja yang dikendarai Ramli (18), warga Bontotella, Desa Barangmamase, yang melaju dari arah selatan ke utara. Dari arah berlawanan, melaju sepeda motor dengan nomor polisi DD 4574 CY yang dikendarai Sulfikar (15), warga Desa Bottopenno, Kecamatan Majauleng, Wajo. Dalam laporan kepolisian disebutkan bahwa kedua pengendara tidak menyalakan lampu utama saat berkendara di malam hari, sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Benturan keras di antara keduanya menyebabkan luka serius. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nahas, nyawa kedua remaja tersebut tidak dapat diselamatkan. “Keduanya mengalami luka yang serius sehingga dirujuk ke rumah sakit, namun nahas nyawa keduanya tak terselamatkan,” ujar Kasat Lantas Polres Wajo, Muh Thamrin, pada Rabu, 23 Agustus 2018.

Kematian Sulfikar kemudian menjadi viral, terutama karena jejak digital yang ditinggalkannya di media sosial sebelum kejadian. Postingan tentang balapan di malam takbiran dianggap seperti pertanda yang berujung tragis. Hingga Februari 2026, unggahan tersebut tercatat telah dibanjiri sekitar 3,4 juta komentar dan dibagikan lebih dari 212 ribu kali.

Fenomena di kolom komentar pun mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada awalnya, banyak warganet yang mengaitkan kejadian tersebut dengan karma atas tindakan berbahaya yang dilakukan. Namun seiring berjalannya waktu, kolom komentar justru dipenuhi dengan satu kata sederhana: “Login” Istilah ini digunakan warganet sebagai bentuk “absen” di sebuah postingan yang viral dan terus ramai setiap menjelang malam takbiran. Tradisi digital tersebut membuat akun Facebook Sulfikar kembali ramai diperbincangkan setiap tahun, bahkan meluas ke platform lain seperti Instagram, TikTok, hingga Reddit.

Tragedi Sulfikar Hartono menjadi gambaran nyata sisi gelap balap liar di kalangan remaja. Sensasi adrenalin dan dorongan untuk menunjukkan keberanian kerap membuat sebagian anak muda mengabaikan risiko besar yang mengintai. Aksi ugal-ugalan di jalan raya bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa euforia perayaan tidak seharusnya dirayakan dengan cara yang membahayakan. Edukasi keselamatan berkendara, pengawasan orang tua, serta penegakan hukum yang tegas terhadap praktik balap liar menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Di balik viralnya sebuah unggahan dan jutaan komentar, tersimpan kisah duka yang seharusnya menjadi pelajaran bersama.

MEMBAHAS TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.