Penemuan Mayat Seorang Pria di Bakaro Manokwari

WARNING! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI UNCENSORED:

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

Warga Kampung Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam hutan pada Minggu (22/02/2026) pagi. Korban diketahui bernama Natalis Yanggam Wombom (40), seorang petani yang merupakan warga setempat.

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 09.30 WIT. Piket SPKT Polresta Manokwari menerima informasi dari masyarakat terkait adanya penemuan mayat yang tergeletak di kawasan hutan Kampung Bakaro. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel yang dipimpin Pamapta bersama piket fungsi lainnya serta anggota Tim Inafis segera menuju lokasi kejadian.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), jajaran SPKT bersama Tim Inafis dan gabungan piket fungsi langsung melakukan pengamanan lokasi. Unit Reskrim Polresta Manokwari bersama Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP guna mengumpulkan keterangan serta barang bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas tanah. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna gelap yang dalam kondisi turun hingga paha. Di bawah tubuh korban ditemukan sebuah parang. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, terdapat luka kulit terkelupas di bagian pinggang sebelah kanan serta pada lengan kanan korban. Selain itu, ditemukan luka lecet di pelipis kiri dan kondisi lidah tergigit.

Barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain satu buah kaos berwarna hitam, satu celana pendek berwarna biru navy, satu buah parang, sepasang sandal, dan satu buah topi.

Usai olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi ke ruang kamar jenazah RSUD Manokwari untuk dilakukan visum. Namun, pihak keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan menyampaikan penolakan secara resmi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

MEMBAHAS TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.