Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Simeulue, saat seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun asal Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, tewas diterkam buaya ketika mencari kerang atau lokan di aliran Sungai Luan Boya, Minggu pagi (15/02/2026).
WARNING! Link berisi dokumentasi video mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan tindakan ekstrem lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.
Demi menjaga privasi keluarga, identitas korban disamarkan. Perempuan yang dikenal sebagai sosok pekerja keras itu pagi itu berangkat bersama seorang rekannya, F, sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya menyusuri tepian Sungai Luan Boya untuk mencari lokan, salah satu hasil sungai yang kerap dimanfaatkan warga sebagai tambahan penghasilan maupun konsumsi sehari-hari.
Awalnya, aktivitas mereka berlangsung seperti biasa. Korban dan rekannya menyisir area sungai secara bersamaan. Namun sekitar pukul 10.30 WIB, korban memutuskan untuk bergerak ke bagian tengah sungai seorang diri, sementara F tetap berada di tepian. Situasi masih terlihat aman hingga beberapa saat kemudian.
Sekitar pukul 11.00 WIB, F mulai menyadari rekannya tak lagi terlihat. Ia sempat memanggil nama korban berulang kali, namun tidak ada jawaban. Di waktu yang hampir bersamaan, suami korban datang ke sungai untuk menyusul istrinya. Keduanya melakukan pencarian singkat di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, tetapi hasilnya nihil.
Kecemasan berubah menjadi kepanikan setelah seorang warga setempat menyampaikan informasi mengejutkan: korban diduga diterkam buaya dan diseret ke dalam sungai. Informasi itu segera diteruskan ke pihak kepolisian.
Polsek Teluk Dalam yang menerima laporan langsung berkoordinasi dengan Polres Simeulue serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian. Sekitar pukul 11.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian dan warga mulai menyisir seluruh aliran Sungai Luan Boya. Pencarian berlangsung dramatis dan penuh ketegangan, mengingat keberadaan predator liar di sekitar lokasi.
Upaya penyisiran memakan waktu berjam-jam. Hingga akhirnya, sekitar pukul 14.30 WIB, korban ditemukan di pinggir sungai dalam kondisi masih berada di mulut seekor buaya. Warga dan aparat yang berada di lokasi segera melakukan upaya evakuasi menggunakan peralatan seadanya berupa kayu dan tali.
Setelah perjuangan yang cukup menegangkan, korban berhasil dikeluarkan dari cengkeraman predator tersebut. Jenazah yang tinggal setengah badan tersebut kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada hari yang sama.
Kapolsek Teluk Dalam, Ipda Zainur Fauzi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk penanganan lebih lanjut terhadap buaya yang masih berkeliaran di sekitar sungai. Polisi juga mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas di area sungai yang rawan demi menghindari kejadian serupa.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi warga pesisir dan bantaran sungai di Simeulue. Sungai yang selama ini menjadi sumber penghidupan—tempat mencari ikan dan lokan—dalam sekejap berubah menjadi lokasi yang mematikan.
Kasus serangan buaya saat warga mencari lokan sebelumnya juga beberapa kali dilaporkan terjadi di wilayah Singkil. Diduga, area yang menjadi lokasi pencarian lokan kerap dijadikan tempat beristirahat buaya di dalam air. Aktivitas manusia yang mendekat tanpa disadari dapat memicu respons agresif dari predator tersebut.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di habitat satwa liar.
MEMBAHAS TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA.
Semoga husnul khatimah. Ya Allah 😭