Wanita di Indralaya Dibunuh Dengan Cara Sadis Karena Hutang Sabu Rp1,5 Juta

WARNING! Link berisi dokumentasi video mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan tindakan ekstrem lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
DOKUMENTASI UNCENSORED:  LIHAT DI SINI
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

Kasus pembunuhan tragis terjadi di wilayah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Januari 2019. Seorang perempuan muda bernama Inah Antimurti (25) menjadi korban tindak kekerasan yang dipicu persoalan utang narkoba.

Peristiwa bermula ketika Asri Marli (30) merasa kesal karena korban belum juga melunasi utang sabu yang disebut mencapai jutaan rupiah. Pada Minggu, 20 Januari 2019, Asri menghubungi Inah dan memintanya datang ke kontrakannya. Saat itu, di lokasi sudah ada tiga rekannya, termasuk Abdul Malik.

Setibanya di kontrakan, Asri kembali menagih utang tersebut. Namun terjadi cekcok antara keduanya. Situasi memanas dan berujung pada tindakan kekerasan. Korban mengalami penganiayaan hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah korban tak bernyawa, para pelaku masih melakukan tindakan keji terhadap tubuh korban.

Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dimasukkan ke dalam karung dan dibungkus kasur. Keempat pelaku kemudian membawa jasad tersebut ke Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Di lokasi itulah jasad korban dibakar dengan tujuan menghilangkan barang bukti.

Setelah kejadian itu, para pelaku melarikan diri secara terpisah. Namun lima hari berselang, Asri diliputi rasa takut dan tekanan batin. Ia mengaku tidak bisa tidur dan merasa dihantui bayangan korban. Dalam kondisi tertekan, Asri akhirnya kembali ke rumah keluarganya di Palembang.

Keluarga yang mengetahui perbuatannya kemudian menyerahkan Asri ke Mapolda Sumatera Selatan pada Jumat, 25 Januari 2019. Saat diperiksa, warga Talang-Taling, Gelumbang, Kabupaten Muaraenim itu tampak lemas dan mengaku tidak tenang sejak peristiwa tersebut.

Dalam pengakuannya, Asri sempat melarikan diri ke beberapa daerah seperti Belitang (OKU Timur), Prabumulih, Lahat, hingga Lubuklinggau. Selama pelarian, ia mengaku jarang tidur dan makan, bahkan hanya sempat makan ubi sekali sebelum akhirnya kembali ke Palembang dan menyerahkan diri.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena selain dipicu persoalan narkoba, tindakan para pelaku tergolong sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Polisi kemudian melanjutkan proses hukum terhadap para tersangka sesuai ketentuan yang berlaku.

MEMBAHAS TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.