Seorang pria lanjut usia tewas setelah menjadi korban penusukan di halaman Masjid Romadhon, Desa Kotabaru Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, pada Selasa (7/4/2026) petang. Korban diketahui bernama Roni (73), warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat sejumlah luka tusuk di bagian dada.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah bersiap menunaikan salat Magrib. Berdasarkan rekaman CCTV dan kesaksian di lokasi, pelaku diketahui bernama Rama Adi Hartawan (24), tiba-tiba datang mengenakan gamis dan peci putih, lalu langsung melancarkan serangan secara mendadak tanpa didahului percakapan.
Keponakan korban, Ustaz Miftahul Faizin, mengungkapkan bahwa aksi pelaku berlangsung sangat cepat dan spontan. Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat langsung menyerang korban secara brutal sesaat setelah tiba di area masjid.
“Dari rekaman terlihat sangat spontan. Pelaku datang dan langsung menyerang bertubi-tubi. Tidak ada percakapan sebelumnya,” ujar Miftahul.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dari serangan tersebut. Namun, pelaku menarik pakaian korban hingga terjatuh, lalu kembali menusuknya berulang kali hingga korban tewas di tempat.
Kejadian itu disaksikan langsung oleh sejumlah santri dan pengajar pondok pesantren. Namun, tidak ada yang berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam, sehingga suasana di lokasi berubah menjadi mencekam.
“Santri dan guru melihat, tapi tidak bisa berbuat banyak karena takut. Ini yang membuat mereka sangat trauma,” ungkapnya.
Menurut pihak keluarga, korban diketahui datang ke pondok pesantren sekitar lima hari setelah Lebaran. Kedatangannya bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus memperdalam ibadah sebagai persiapan menunaikan ibadah umrah.
“Beliau datang dengan niat yang sangat baik, ingin mempersiapkan diri untuk umrah. Kami sarankan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat fisik dan spiritual,” kata Miftahul saat ditemui wartawan, Rabu (8/4/2026).
Selama hampir dua pekan berada di lingkungan pesantren, korban dikenal sebagai sosok yang tekun beribadah. Ia rutin menjalankan salat lima waktu berjamaah dan juga rajin melaksanakan salat tahajud.
“Setiap hari beliau ke masjid. Sangat rajin, bahkan untuk tahajud. Kami semua mengenalnya sebagai pribadi yang tenang dan religius,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian. Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan pelaku sulit dimintai keterangan karena berbicara tidak jelas.
Selain itu, hasil tes urine mengungkapkan bahwa pelaku positif menggunakan narkoba.
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pelaku sulit dimintai keterangan karena berbicara tidak jelas. Tes urine juga mengungkapkan bahwa pelaku positif narkoba,” jelas Kapolres.
Di sisi lain, Kasat Reskrim IPTU Rendi Ramadhona menyatakan penyidik masih mendalami motif di balik aksi penusukan tersebut, termasuk kemungkinan adanya gangguan kejiwaan pada pelaku.
“Kami masih dalami motifnya. Jika diperlukan, akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter kejiwaan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku,” ujarnya.
Hingga kini, motif pasti penyerangan masih menjadi misteri. Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas.
ㅤ
⚠︎WARNING! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/cfdf7d825.mp4
2. https://aceimg.com/6fe091914.mp4
3. https://aceimg.com/2bfb790cb.mp4 (CCTV)
PELAKU



Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.