Pemuda asal Kabupaten Mojokerto ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Cangar, kawasan perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (31/3/2026). Penemuan jenazah tersebut sontak menggegerkan warga dan pengunjung yang melintas di jalur wisata Cangar.
Korban diketahui berinisial MMA (24), warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar jurang tepat di bawah jembatan, dengan kedalaman sekitar 100 meter. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami luka parah pada bagian kepala, wajah, serta sejumlah bagian tubuh lainnya yang diduga akibat benturan keras saat terjatuh.
Di atas jembatan, petugas menemukan sepeda motor milik korban, yakni Honda Beat bernomor polisi S 4184 NBW, terparkir di salah satu pojok jembatan yang menghubungkan jalur Mojokerto–Batu. Posisi kendaraan tersebut berada searah dengan titik ditemukannya korban di bawah jembatan.
“Motornya ditemukan di atas jembatan, di pojok. Persis dengan arah korban ditemukan meninggal di bawah jembatan,” ujar Tampi, salah seorang relawan yang berada di lokasi kejadian.
Selain sepeda motor, sejumlah barang pribadi milik korban juga ditemukan di area atas jembatan. Barang-barang tersebut antara lain sandal berwarna hitam, korek api, serta rokok. Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas PMI Kota Batu, Dodik, mengungkapkan bahwa saat proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dugaan awal, korban bunuh diri dengan melompat dari atas jembatan, namun penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
“Korban dalam kondisi meninggal dunia saat dievakuasi. Dugaan sementara korban melompat dari jembatan, namun kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya pada Rabu (1/4).
Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup sulit lantaran medan di sekitar lokasi berupa jurang curam dengan akses yang sempit. Petugas gabungan harus bekerja ekstra hati-hati untuk mengevakuasi korban dari dasar jurang.
“Medannya terjal dan sempit, sehingga proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” tambah Dodik.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, mengatakan pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendalaman untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami masih melakukan olah TKP dan pendalaman lebih lanjut,” singkatnya.

Usai berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu untuk menjalani proses autopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kematian sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur lain dalam peristiwa yang menewaskan pemuda tersebut.
WARNING! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
• https://aceimg.com/a294a811c.mp4
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.