Warga Ulugalung Bantaeng Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, ataupun orang terdekat Anda.

BANTAENG – Warga Dusun Bonto-Bonto, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Rabu malam, 15 April 2026.

Korban diketahui bernama Asri, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kediamannya. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian masyarakat setempat, terlebih setelah video proses evakuasi korban beredar luas di media sosial Facebook.

Dalam video tersebut, terlihat petugas melakukan evakuasi jenazah yang telah dimasukkan ke dalam kantung jenazah oleh tim Inafis Polres Bantaeng. Sejumlah warga tampak memadati lokasi kejadian dengan suasana duka, diiringi tangis keluarga dan kerabat korban.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, Iptu Gunawang, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari keluarga korban dan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan serta olah TKP.

“Semalam kami mendapat informasi dari keluarga korban. Dari laporan itu kami bersama piket fungsi Samapta dan Intel langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan,” ujar Gunawang, Kamis, 16 April 2026.

Setelah proses identifikasi awal, petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Prof Anwar Makkatutu, Bantaeng, guna penanganan lebih lanjut.

Penemuan jasad Asri bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau tidak sedap dari arah rumah korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan telah meninggal dunia.

“Menurut keterangan saksi di TKP, awalnya diketahui dari adanya bau menyengat di sekitar lokasi,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Kondisi jasad saat ditemukan menunjukkan tanda-tanda telah mengalami pembusukan.

Pihak keluarga korban, lanjut Gunawang, menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai peristiwa bunuh diri. Penolakan itu dituangkan dalam berita acara resmi yang ditandatangani oleh keluarga serta diketahui oleh pemerintah setempat, termasuk Camat Eremerasa.

“Kami kemudian membuatkan berita acara penolakan autopsi yang ditandatangani keluarga dan diketahui pihak pemerintah setempat,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat kehidupan rumah tangga yang cukup kompleks. Ia disebut telah beberapa kali menikah, dan terakhir tinggal bersama istri ketiganya. Namun, beberapa hari sebelum kejadian, korban dikabarkan sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya yang kemudian meninggalkan rumah.

Hingga kini, pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain di lokasi kejadian dan menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai dugaan bunuh diri berdasarkan hasil penyelidikan awal serta keterangan keluarga.

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


REKAMAN VIDEO

⚠ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/91717e8fe.mp4
2. https://aceimg.com/17001ea0f.mp4

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Creepy Room menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.