WARNING! Link berisi dokumentasi video mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI UNCENSORED:
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.
BATANG – Tiga remaja putri warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api Argo Merbabu pada Sabtu pagi (21/2/2026). Ketiganya diduga sedang asyik berfoto di jalur rel sehingga tidak menyadari datangnya kereta dari arah berlawanan.
Korban diketahui bernama Adita Fadhiratul Jannah (15), Iswatik Sawita (15), dan Anggita Permadani (16), warga RT 03 RW 03 Kedungmiri Barat, Kelurahan Kasepuhan. Dua di antaranya merupakan siswi kelas VIII di MTs NU 02 Batang, sementara satu korban lainnya adalah santri pondok yang tengah berlibur di rumah.
Ketua RT setempat, Yulianto, menjelaskan peristiwa bermula seusai salat subuh ketika ketiga remaja itu berjalan-jalan di sekitar rel dekat kawasan Kalisari, tak jauh dari Polsek Batang Kota. Menurutnya, sempat ada satu rangkaian kereta yang melintas lebih dulu. Saat itulah para korban diduga sedang berfoto di rel.
Namun tanpa disadari, datang kereta lain dari arah berlawanan. Karena terlalu fokus beraktivitas di jalur rel, ketiganya tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tertabrak. Bahkan, salah satu korban dilaporkan sempat terseret hingga ke wilayah Dekoro.
Yulianto menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, selama bulan Ramadan ini baru pagi itu saja ketiganya berada di lokasi tersebut. Ia juga tidak mengetahui adanya kebiasaan para korban bermain atau beraktivitas di sekitar rel pada hari-hari sebelumnya.
Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia menjelaskan kejadian terjadi di KM 81 jalur hilir antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan saat perjalanan KA Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir.
Akibat peristiwa tersebut, KA Argo Merbabu sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi untuk pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 07.09 WIB.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur rel kereta api merupakan area berbahaya yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat, termasuk untuk berfoto atau membuat konten.
MEMBAHAS TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA.
link nya error kah? gabisa di buka bang..
Masih bisa🙏