Wanita Hamil 4 Bulan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan Kubu Raya, Diduga Dipicu Cekcok Rumah Tangga

(Gambar ilustrasi AI/creepy.id)

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, ataupun orang terdekat Anda.

KUBU RAYA – Warga Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, digegerkan oleh peristiwa tragis yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) sore. Seorang wanita muda bernama Ani (25) ditemukan meninggal dunia gantung diri di rumah kontrakan yang baru sekitar satu bulan ditempatinya bersama sang suami.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejak siang hari, korban diketahui tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya, sehingga memunculkan kecurigaan dari tetangga. Warga kemudian berinisiatif memeriksa kondisi rumah kontrakan tersebut. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama berselang, personel Polsek Sungai Raya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga sempat terlibat pertengkaran dengan suaminya pada pagi hari sebelum kejadian. Perselisihan tersebut diduga dipicu oleh persoalan rumah tangga, termasuk rasa cemburu dan masalah ekonomi keluarga.

“Dari keterangan sementara, korban dan suaminya sempat cekcok pada pagi hari. Setelah itu korban berada seorang diri di kontrakan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia,” ujarnya.

Korban diketahui sedang mengandung dengan usia kehamilan sekitar empat bulan, sehingga peristiwa ini menambah duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar. Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat mengirim pesan permintaan maaf kepada keluarganya.

Pemilik kontrakan, Muhammad, mengaku beberapa kali mendengar pertengkaran antara korban dan suaminya sejak pasangan tersebut menempati rumah itu.

“Baru sekitar satu bulan tinggal di sini. Memang beberapa kali terdengar cekcok,” ungkap Muhammad kepada petugas.

Sementara itu, suami korban diketahui bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Pontianak.

Jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum. Namun, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan menolak autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban, meski dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup setelah mengalami tekanan dalam rumah tangga.


REKAMAN VIDEO

⚠︎WARNING! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan menonton dengan hati-hati dan bijak.

🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/d407cd936.mp4
2. https://aceimg.com/188622e17.mp4
3. https://aceimg.com/853OEo.jpg
4. https://aceimg.com/iLLLH49X.jpg

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Creepy Room menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.