7 Tahun Berlalu, Kasus Pembunuhan Noven Siswi SMK di Bogor Belum Terungkap Meski Sempat Dibantu FBI

Tujuh tahun telah berlalu sejak tragedi pembunuhan yang menimpa siswi SMK di Kota Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya alias Noven (18). Namun hingga kini, kasus yang sempat menyita perhatian publik nasional itu masih belum menemukan titik terang. Meski berbagai upaya penyelidikan telah dilakukan, termasuk bantuan analisis dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), pelaku pembunuhan masih belum berhasil dibawa ke hadapan hukum.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada 8 Januari 2019 di sebuah gang sempit di kawasan Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor. Saat itu, Noven baru saja selesai mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya pada Selasa sore sekitar pukul 15.15 WIB. Seperti biasa, korban berjalan menuju tempat kos yang berada di belakang sekolah melalui sebuah gang kecil yang kerap digunakan sebagai jalan pintas.

Namun nahas, di tengah perjalanan pulang, seorang pria tak dikenal yang mengenakan baju berwarna biru tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penusukan. Aksi pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, Noven mengalami luka tusuk serius di bagian dada. Pisau yang digunakan pelaku bahkan masih tertancap di tubuh korban saat ditemukan.

Dikutip dari indozone.id, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota saat itu, AKP Agah Sonjaya, mengungkapkan bahwa luka tusuk yang dialami korban sangat dalam.

“Korban alami luka tusuk di dada sedalam 22 sentimeter, lebar 3 sentimeter,” ujarnya pada Selasa, 8 Januari 2019.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sarung badik yang diduga milik pelaku dan kemudian diamankan sebagai barang bukti. Sementara itu, tidak ada satu pun barang milik korban yang hilang, sehingga dugaan motif perampokan sejak awal dinilai lemah.

Korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi telungkup dan bersimbah darah di dalam gang. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor kepada aparat kepolisian dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawa Noven tidak berhasil diselamatkan.

“Korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit,” ujar Kasubag Humas Polresta Bogor Kota saat itu, AKP Yuni Astuti.

Seiring berjalannya waktu, penyidik terus berupaya mengungkap identitas pelaku. Polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap barang bukti, termasuk sidik jari laten dan sampel DNA yang ditemukan pada senjata tajam yang digunakan pelaku.

Bahkan, dalam upaya memperkuat penyelidikan, pihak kepolisian menggandeng FBI untuk membantu proses analisis forensik.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fhadila, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium sempat menunjukkan adanya sampel, namun hasilnya belum dapat mengarah pada identitas pasti pelaku.

“Kami lakukan dua permohonan pengujian, yang pertama ke Puslabfor terkait pengecekan sidik jari laten ataupun pemeriksaan sampel DNA. Sampel sidik jari sudah ada hasil, namun ketika dikaitkan dengan beberapa contoh sampel, untuk sementara hasilnya non-identik,” jelasnya.

Meski begitu, proses pengembangan kasus sempat mengalami keterlambatan hingga empat tahun. Kondisi tersebut membuat penyelidikan menjadi semakin kompleks, terutama karena kemungkinan perubahan penampilan pelaku seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup.

Karena itu, penajaman kembali rekonstruksi wajah berdasarkan rekaman CCTV menjadi salah satu langkah yang dinilai penting.

Dalam perkembangan penyelidikan berikutnya, pihak Polresta Bogor Kota sempat mengungkap dugaan identitas pelaku. Kala itu, Kombes Hendri Fiuser menyebut bahwa pria yang diduga sebagai pelaku berinisial S, yang disebut-sebut merupakan mantan pacar korban.

Meski identitas terduga pelaku telah dikantongi, polisi mengaku masih terkendala minimnya alat bukti yang cukup untuk menetapkan status tersangka maupun melakukan penangkapan.

Mandeknya proses hukum ini kemudian memicu perhatian publik dan berbagai elemen masyarakat sipil. Pada 2024, seorang alumnus Fakultas Hukum Universitas Pakuan (Unpak), Richard Pingger, mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus pembunuhan Noven ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Richard menilai lambannya penanganan perkara tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan belum memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Mengingat kasus tersebut sudah bergulir selama lima tahun, tapi sampai saat ini kasus belum juga menemui titik terang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.

“Terkesan tidak serius, dan belum memberikan keadilan kepada keluarga korban serta masyarakat,” tegas Richard.

Menurutnya, pelaporan ke Komnas HAM merupakan langkah strategis agar kasus ini kembali mendapat perhatian di tingkat nasional, sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif dan transparan.

Kasus pembunuhan Noven hingga kini masih menjadi salah satu perkara kriminal yang paling menyita perhatian warga Bogor. Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penusukan, dugaan keterlibatan orang dekat korban, hingga bantuan investigasi internasional belum juga mampu membuka tabir pelaku secara tuntas.

Keluarga korban dan masyarakat pun masih menantikan kepastian hukum atas tragedi yang telah berlalu selama tujuh tahun ini, dengan harapan keadilan bagi Noven akhirnya benar-benar dapat terwujud.


REKAMAN VIDEO

⚠ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 LINK VIDEO/FOTO:
1. https://aceimg.com/688df7849.mp4
2. https://aceimg.com/cba8c3c8d.mp4
3. https://aceimg.com/348670301.mp4
4. https://aceimg.com/0a5f568c4.jpg
5. https://aceimg.com/ed3a802a2.jpg
6. https://aceimg.com/d7237b4d9.jpg
7. https://aceimg.com/ebb0c4b03.jpg
8. https://aceimg.com/191cb3e35.jpg
9. https://aceimg.com/12601c133.jpg

🎬 REKAMAN CCTV:

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Creepy Room menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.