Peristiwa tragis menggegerkan warga Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada Kamis (30/4/2026) sore. Seorang pria berinisial C (32), warga Desa Mukyasejati, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motornya setelah mengalami luka serius di bagian leher.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai buruh harian lepas itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat ditemukan, korban masih berada di atas kendaraannya dengan kondisi leher terluka parah dan mengeluarkan banyak darah, sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum ditemukan tak sadarkan diri, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Dalam kondisi panik, korban diduga menyampaikan bahwa dirinya terkena benang.
Informasi tersebut diperoleh dari dua saksi di lokasi, Budianto (54) dan Ramadhan (49), yang mengaku mendengar teriakan korban sesaat sebelum akhirnya terdiam di atas sepeda motor.
“Korban sempat berteriak minta tolong. Dari keterangan saksi, korban diduga mengatakan dirinya terkena benang,” ujar IPDA Cep Wildan.
Saksi lainnya, Gugun Gunawan (36), menjadi orang pertama yang mendekati korban. Ia mendapati darah telah mengalir deras dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian yang dikenakan.
Melihat kondisi tersebut, Gugun segera meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang oleh petugas Polsek Ciampel bersama warga. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat dari Polsek Ciampel bersama personel Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai keterangan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pendatanganan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, pemeriksaan saksi-saksi, serta pembuatan laporan resmi kejadian. Kami masih melakukan pendalaman,” jelas IPDA Cep Wildan.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat terkena benang yang melukai bagian leher saat sedang berkendara. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa tersebut.
Pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Polisi pun menghormati keputusan tersebut, sembari tetap mengumpulkan informasi yang diperlukan.
Peristiwa ini menambah daftar insiden yang diduga dipicu oleh benang layangan di wilayah Karawang. Penggunaan benang layangan berbahan berbahaya, seperti benang gelasan, kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.
Di sejumlah lokasi, benang layangan yang melintang di jalan sering kali sulit terlihat, terutama pada sore hari atau saat kondisi cahaya menyilaukan. Hal ini meningkatkan risiko bagi pengendara, khususnya pada bagian tubuh vital seperti leher dan wajah.
Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di area terbuka yang rawan aktivitas bermain layangan. Masyarakat juga diminta untuk tidak menggunakan benang layangan berbahan berbahaya yang dapat membahayakan orang lain.
Kapolres Karawang melalui jajarannya turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban, serta berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Polisi menekankan bahwa penggunaan benang layangan secara sembarangan dapat berujung fatal dan mengancam keselamatan jiwa.
ㅤ
⚠ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/6f45d03c9.mp4
2. https://aceimg.com/1b4a10515.jpg
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.