Pasutri Lansia di Sumbawa NTB Tewas Mengenaskan Dibunuh Teman Cucunya


Warga Lingkungan Raberas, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan dengan kasus pembunuhan sadis yang menewaskan pasangan suami istri lanjut usia pada Minggu (24/5/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Rahman Nur (64) dan istrinya, Siti Hajar M (62), yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Kedua korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah mereka oleh sang cucu, Restu, sekitar pukul 01.00 WITA. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres Sumbawa bersama jajaran Polsek Alas berhasil meringkus terduga pelaku berinisial HK, yang diketahui merupakan teman cucu korban dan sempat menginap di rumah tersebut.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa penangkapan pelaku bermula dari laporan Kepala Dusun Tengkal, Kecamatan Alas, kepada Polsek Alas sekitar pukul 05.15 WITA terkait dugaan tindak pidana pencurian.

Warga setempat mencurigai gerak-gerik seorang pria yang meninggalkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi EA 3719 EE di tengah jalan. Kecurigaan warga semakin kuat karena pria tersebut terlihat panik dan berusaha meminta bantuan ke rumah-rumah warga.

“Penangkapan berawal dari laporan Kepala Dusun Tengkal kepada Polsek Alas terkait adanya dugaan tindak pidana pencurian. Warga mencurigai gerak-gerik pelaku yang meninggalkan sepeda motor di tengah jalan,” ujar AKP Dwi Kurniawan.

Sekitar pukul 06.30 WITA, HK kembali ke Dusun Tengkal dan langsung diamankan oleh kepala dusun setempat sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Alas yang menerima informasi tersebut segera menuju lokasi dan membawa pelaku ke Mapolsek Alas untuk menjalani pemeriksaan awal.

Dari hasil interogasi, HK mengaku dirinya bukan pelaku pencurian di wilayah Alas, melainkan sedang melarikan diri setelah melakukan penganiayaan berat di Lingkungan Raberas yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Menurut polisi, setelah melakukan aksinya, HK melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju Kecamatan Alas. Namun kendaraan yang digunakannya mogok karena kehabisan bahan bakar. Dalam kondisi panik dan tidak mengenal wilayah sekitar, pelaku kemudian diteriaki maling oleh warga sehingga berusaha mencari perlindungan ke rumah penduduk.

“Pelaku melarikan diri ke arah Kecamatan Alas menggunakan sepeda motor, namun kendaraannya mogok karena kehabisan bensin. Karena panik saat diteriaki warga sebagai maling, pelaku kemudian mencari pertolongan ke rumah warga hingga akhirnya diamankan perangkat desa,” jelas AKP Dwi Kurniawan.

Setelah dilakukan koordinasi antara Unit Reskrim Polsek Alas dan Unit Pidum Satreskrim Polres Sumbawa, polisi memastikan HK merupakan pelaku pembunuhan terhadap pasangan lansia tersebut.

Sebelumnya, kasus pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh Restu, cucu korban. Saat itu, Restu baru pulang bersama rekannya, Reza, usai mengambil charger ponsel di rumah temannya. Setibanya di rumah, keduanya melihat HK berada di kamar mandi luar sambil mencuci hoodie yang dipenuhi bercak darah.

Merasa aksinya diketahui, HK langsung melarikan diri. Restu dan Reza sempat mengejar pelaku, namun gagal menangkapnya.

Ketika masuk ke dalam rumah, Restu mendapati kakek dan neneknya sudah terkapar bersimbah darah dan tidak bernyawa. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sekitar pukul 02.30 WITA, Kasat Reskrim bersama Kapolsek Sumbawa dan personel gabungan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sebilah parang berlumuran darah di dekat jasad korban. Selain itu, kondisi lemari rumah juga ditemukan dalam keadaan berantakan.

Polisi menduga motif sementara kasus tersebut adalah percobaan pencurian yang berujung pada aksi pembunuhan sadis terhadap kedua korban.

“Motif sementara diduga percobaan pencurian yang berujung pembunuhan. Namun kami masih mendalami secara lengkap,” ujar IPTU Mulyawansyah.

Saat ini, HK telah diamankan di Mapolres Sumbawa guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami motif pasti pelaku serta memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.

REKAMAN VIDEO

⚠️ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 LINK GAMBAR (UNCENSORED):
1. https://aceimg.com/hXQaMxq5N.jpg
2. https://aceimg.com/VQ1ffRm6P.jpg
3. https://aceimg.com/bLlzxqGbK.jpg
4. https://aceimg.com/YzdVbUbUx.jpg
5. https://aceimg.com/6qstu1XrA.jpg

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.