2 Pelajar yang Hilang di Gunung Bismo Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang, Evakuasi Terkendala Tebing 280 Meter

WONOSOBO – Setelah hampir dua pekan dilakukan pencarian intensif, dua pelajar asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar Curug Telu, Blok Sidongkal, lereng Gunung Bismo, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kedua korban diketahui bernama Arfin Nurohmat (17), siswa kelas XII SMA Negeri 1 Watumalang, dan Yufaidin (15), siswa kelas IX SMP NU Watumalang. Keduanya merupakan warga Dusun Krinjing dan bertetangga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika kedua korban meninggalkan rumah tanpa izin orang tua pada Rabu, 30 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, keduanya berjalan kaki dengan mengenakan kaus oblong dan celana pendek. Diduga, mereka pergi untuk bermain.

Sebelum dinyatakan hilang, sejumlah warga sempat melihat kedua korban berada di kawasan Sungai Pelok di lereng Gunung Bismo. Beberapa saksi juga mengaku melihat mereka berada di Blok Sidongkal, wilayah yang dikenal memiliki medan terjal dan curam.

Laporan hilangnya kedua pelajar tersebut kemudian memicu operasi pencarian besar-besaran. Tim Reaksi Cepat RPB Watumalang bersama personel Siaga Polres Wonosobo, Polsek Watumalang, Koramil 02 Watumalang, Tim Wanadri Bandung, Basarnas Pos Wonosobo, BPBD Wonosobo, PMI, relawan gabungan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat menyisir kawasan lereng hingga puncak Gunung Bismo selama beberapa hari. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Titik terang baru muncul pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, ketika Tim Wanadri Bandung berhasil menemukan kedua korban di sekitar dasar Curug Telu, Blok Sidongkal, pada tebing dengan kedalaman sekitar 280 meter.

Saat ditemukan, kondisi kedua korban sudah meninggal dunia. Arfin Nurohmat ditemukan dalam posisi miring ke kiri, sedangkan Yufaidin ditemukan dalam posisi duduk bersandar di tebing.

Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh Basarnas bersama tim relawan gabungan mengingat lokasi penemuan berada di medan yang sangat sulit dijangkau. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kedua korban dibawa ke RSUD Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Hasil pemeriksaan dokter RSUD Wonosobo menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka akibat tindakan kriminal pada tubuh kedua korban.

Pada jenazah Arfin, tim medis menemukan kedua tangan patah, kaki kanan patah, memar pada tangan, serta kulit yang terkelupas. Sementara Yufaidin mengalami memar pada bagian kepala atau wajah serta patah pada kedua tangan. Seluruh luka tersebut diperkirakan akibat korban terjatuh dari tebing.

Tim medis juga memperkirakan kedua korban telah meninggal dunia lebih dari 48 jam sebelum ditemukan. Selain itu, tidak ditemukan tanda vakum mayat pada keduanya.

Selama proses penanganan, unsur yang terlibat meliputi Basarnas Pos Wonosobo, BPBD Wonosobo, Kecamatan Watumalang, Polres Wonosobo, Polsek Watumalang, Koramil Watumalang, Puskesmas Watumalang, Pemerintah Desa Krinjing, PMI Wonosobo, relawan gabungan, serta warga Kecamatan Watumalang.

Usai proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah kedua pelajar tersebut diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Desa Krinjing, serta seluruh pihak yang selama hampir dua pekan terlibat dalam upaya pencarian.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.