Probolinggo — Persoalan utang piutang berujung aksi pembacokan terhadap seorang perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Korban berinisial S mengalami luka serius hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (11/8/2026) siang di kawasan perempatan Pungging Cermin, Dusun Bindung, Desa Jrebeng. Insiden bermula ketika S mendatangi pihak yang memiliki utang untuk menagih pembayaran.
Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, mengatakan utang tersebut mencapai sekitar Rp3 juta dan telah berlangsung lebih dari satu tahun. Selain utang uang, terdapat pula cicilan telepon seluler yang belum diselesaikan.
“Utangnya sekitar Rp3 juta, sudah lebih dari satu tahun. Selain itu masih ada kredit HP,” kata Ruslan.
Namun, penagihan tersebut kemudian berkembang menjadi cekcok antara S dan K. K diketahui merupakan anak dari orang yang sebelumnya ditagih utang oleh korban.
Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, polisi masih mendalami secara menyeluruh kronologi dan motif pembacokan.
“Untuk sementara motifnya karena utang piutang. Kalau jelasnya seperti apa, kita masih belum tahu karena masih pemeriksaan,” ujar Bagus.
Bagus menjelaskan, cekcok terjadi setelah K disebut tidak dapat memenuhi permintaan S untuk melunasi utang. Pertengkaran tersebut kemudian semakin memanas.
“Si S ini nagih utang, terus karena si K ini tidak dapat memenuhi permintaan untuk melunasi utang, ada cekcok mulut,” katanya.
Menurut keterangan sementara polisi, setelah cekcok itu S sempat pulang dan mengambil celurit. Ia kemudian kembali ke wilayah tempat K berada dan mengajaknya berkelahi.
“S pulang membawa celurit, mengajak si K untuk carok. Habis itu datang ke daerahnya si K, akhirnya terjadilah kejadian seperti itu,” jelas Bagus.
Perkelahian tersebut kemudian berujung pada pembacokan hingga menyebabkan S mengalami luka cukup parah. Korban bahkan sempat tidak sadarkan diri setelah kejadian.
S kemudian dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban sempat menjalani penanganan awal di Puskesmas Wonotol sebelum akhirnya dirujuk ke RS Ar-Rozzy.
“Korban sempat pingsan. Setelah itu dibawa ke Puskesmas Wonotol, kemudian ke RS Ar-Rozzy. Kondisinya kritis dan rencananya dirujuk ke Jember,” kata Ruslan.
Sementara itu, K telah diamankan polisi setelah kejadian. Ia menjalani pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berawal dari persoalan utang piutang tersebut.
Polisi masih mendalami keterangan kedua pihak serta kronologi perkelahian sebelum menentukan proses hukum selanjutnya.
⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):
⚠️ CATATAN ! Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.