‎ ‎ ‎ Tragedi Berdarah di Samabusa Nabire: Perempuan Terluka Disayat, Pria Ditemukan Tewas di Kamar Barak - CREEPY ROOM

Tragedi Berdarah di Samabusa Nabire: Perempuan Terluka Disayat, Pria Ditemukan Tewas di Kamar Barak

CREEPY ROOM – Peristiwa berdarah mengguncang kawasan Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (23/10/2026) dini hari. Seorang perempuan mengalami luka serius akibat dugaan penganiayaan menggunakan benda tajam, sementara seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar barak Fajar Merantau, kawasan tempat karaoke di Jalan Poros Samabusa.

Kasus ini tengah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire. Tim kepolisian yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Bogi Trastanto, S.H., bersama Kanit Opsnal AIPDA Herianto Nurdin, S.E., melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, peristiwa bermula pada Kamis (22/10/2026) malam ketika korban perempuan dan pria tersebut berada di tempat karaoke Fajar Merantau. Keduanya diketahui telah saling mengenal selama kurang lebih tiga bulan.

Setelah kegiatan karaoke berakhir sekitar pukul 02.00 WIT, keduanya masuk ke sebuah kamar untuk beristirahat. Namun, situasi kemudian berubah menjadi insiden berdarah.

Menurut keterangan awal korban kepada penyidik, pria tersebut diduga menyerangnya menggunakan pisau cutter hingga menyebabkan luka sayatan pada leher. Korban mengaku berusaha menyelamatkan diri dengan berpura-pura tidak bernyawa. Dalam kondisi tersebut, ia melihat pria itu menyayat lehernya sendiri menggunakan benda tajam yang sama.

Korban kemudian kembali berusaha melawan ketika diduga mengalami serangan pada bagian tangan. Ia menjepit tangan pria yang memegang cutter menggunakan kedua kakinya sembari memukul dinding kamar untuk meminta pertolongan.

Teriakan minta tolong akhirnya terdengar oleh dua saksi perempuan berinisial M dan I sekitar pukul 05.30 WIT. Bersama sejumlah orang lainnya, mereka mendatangi kamar tersebut dan mendobrak pintu.

Saat pintu berhasil dibuka, keduanya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Perempuan yang mengalami luka-luka segera dievakuasi ke RSUD Nabire menggunakan kendaraan milik pengelola tempat karaoke untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pria tersebut ditemukan tergeletak di lantai dalam keadaan meninggal dunia.

Dari pemeriksaan awal, korban perempuan dilaporkan mengalami luka sayatan pada leher sebelah kanan, luka pada lengan kanan, luka robek pada tangan kiri, serta memar pada hidung. Adapun pria yang meninggal dunia ditemukan mengalami luka sayatan pada leher sebelah kanan.

Dalam penyelidikan awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain sebuah pisau cutter berwarna oranye dengan panjang sekitar 10 sentimeter, sebilah badik sepanjang sekitar 34 sentimeter, dua unit telepon genggam, serta sejumlah barang pribadi lainnya.

Seluruh barang bukti tersebut akan diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian, termasuk peran benda tajam yang ditemukan di lokasi dan penyebab pasti kematian pria tersebut.

Laporan awal kepolisian juga menyebutkan bahwa pria yang meninggal dunia itu diduga pernah menjalani hukuman penjara terkait perkara pembunuhan disertai mutilasi terhadap istrinya pada 2017. Ia disebut dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan baru bebas dari Lapas Kelas IIB Nabire.

Namun, informasi mengenai riwayat hukum tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen resmi dan keterangan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Sekitar pukul 11.00 WIT, tim kepolisian kembali ke Markas Polres Nabire setelah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian dan rumah sakit. Situasi di sekitar TKP dilaporkan aman dan terkendali.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif, kronologi lengkap, serta bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Polisi juga perlu memastikan secara menyeluruh bagaimana insiden itu terjadi hingga menyebabkan seorang perempuan mengalami luka serius dan seorang pria kehilangan nyawa.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyisakan sejumlah pertanyaan yang masih harus dijawab melalui penyelidikan. Kepastian mengenai motif, urutan kejadian, dan penyebab kematian pria tersebut kini bergantung pada hasil pemeriksaan serta bukti yang dikumpulkan penyidik.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING !  Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Kami menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.