‎ ‎ ‎ Pria di Pelalawan Tewas Dibacok Adik Kandung, Diduga Dipicu Sengketa Tanah Warisan - CREEPY ROOM

Pria di Pelalawan Tewas Dibacok Adik Kandung, Diduga Dipicu Sengketa Tanah Warisan

CREEPY ROOM — Perselisihan terkait tanah warisan keluarga berujung tragis di Desa Kampung Baru, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang pria berinisial DN (36) tewas setelah diduga dibacok adik kandungnya sendiri, IN (34), di rumah orang tua mereka pada Kamis (22/10/2026).

Kepolisian menduga aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan penjualan tanah warisan milik orang tua mereka yang dipermasalahkan oleh terduga pelaku. Setelah kejadian, IN diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Ukui AKP Mike Kurniawan mengatakan, dugaan tersebut didasarkan pada keterangan awal dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, penyidik masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan penyelidikan awal, korban mendatangi rumah orang tuanya sekitar pukul 15.00 WIB untuk menemui adiknya. Saat itu, kedua orang tua mereka tidak berada di rumah, sementara pintu rumah terkunci dari dalam. Korban kemudian memanggil pelaku hingga pintu dibuka.

Setelah bertemu, keduanya terlibat pertengkaran yang diduga berkaitan dengan persoalan penjualan tanah warisan keluarga. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengambil sebilah parang dari dalam rumah dan menyerang korban hingga mengalami luka di bagian wajah.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah. Namun, pelaku diduga mengejarnya hingga korban terjatuh di pekarangan. Penyerangan kembali diduga terjadi saat korban berada di tanah, menyebabkan korban mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Ukui bersama tim identifikasi mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Polisi juga mengamankan sebilah parang yang diduga digunakan dalam penyerangan tersebut sebagai barang bukti. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis, sedangkan terduga pelaku dibawa ke Polsek Ukui untuk diperiksa secara intensif.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan saksi, serta menelusuri riwayat perselisihan keluarga yang diduga melatarbelakangi kejadian tersebut. Kepolisian belum menyelesaikan proses penyidikan sehingga motif dan rangkaian kejadian masih dalam pendalaman.

Polres Pelalawan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta dan menentukan pertanggungjawaban hukum sesuai hasil penyidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perselisihan keluarga, termasuk persoalan harta warisan, dapat berujung pada konsekuensi yang fatal ketika konflik berubah menjadi kekerasan. Penyelesaian melalui komunikasi, mediasi, atau jalur hukum menjadi langkah penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi tragedi.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING !  Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Kami menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.