Misteri Kerangka Manusia di Perkebunan Jati Sagaranten Sukabumi, Identitas Korban Masih Jadi Teka-teki

SUKABUMI – Penemuan sesosok mayat yang sebagian besar kondisinya telah menjadi kerangka menggemparkan warga di kawasan perkebunan pohon jati milik PT IBP, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). Hingga kini, identitas korban masih menjadi misteri dan penyelidikan intensif masih dilakukan aparat kepolisian.

Kapolsek Sagaranten AKP Akhmad Suryana Bande membenarkan adanya laporan warga terkait penemuan kerangka manusia tersebut. Setelah menerima informasi, Unit Reskrim Polsek Sagaranten yang dipimpin Kanit Reskrim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti.

“Benar, kami menerima laporan terkait dugaan penemuan kerangka manusia. Tim Unit Reskrim dipimpin Kanit Reskrim langsung bergerak mendatangi TKP,” ujar AKP Akhmad.

Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut. Hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari wajah hingga paha, telah berubah menjadi kerangka sehingga menyulitkan proses identifikasi. Polisi hanya menemukan sedikit jaringan kulit yang masih menempel pada bagian telapak kaki.

“Kondisi wajah hingga paha sudah menjadi kerangka dan tidak bisa dikenali. Namun, pada bagian telapak kaki masih tersisa sedikit kulit,” jelasnya.

Tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen pribadi di sekitar lokasi. Polisi hanya mengamankan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya pakaian berwarna merah, kaos hitam, serta rambut panjang yang ditemukan di sekitar jasad. Seluruh barang bukti tersebut kini menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

Berawal dari Bau Menyengat

Penemuan jasad bermula ketika sejumlah warga bergotong royong memperbaiki jalan di sekitar perkebunan jati. Di tengah aktivitas tersebut, mereka mencium aroma busuk yang sangat menyengat dari arah semak-semak.

Merasa curiga, warga kemudian mencari sumber bau tersebut hingga akhirnya menemukan sesosok jasad yang sudah menjadi kerangka dari jarak sekitar empat meter.

“Warga yang sedang memperbaiki jalan mencium aroma busuk menyengat. Setelah dicari tahu bersama-sama, terlihat dari jarak sekitar empat meter ada sesosok kerangka mayat,” kata AKP Akhmad.

Penemuan itu segera dilaporkan kepada pihak kepolisian yang kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah TKP.

Viral Diduga Korban Perempuan Hilang

Di tengah proses penyelidikan, media sosial diramaikan dengan berbagai spekulasi mengenai identitas korban. Sebuah unggahan dari akun Facebook mengklaim jasad tersebut merupakan seorang perempuan berinisial E.M. (26), warga Kampung Sindangsari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar.

Klaim itu dikaitkan dengan poster orang hilang yang sebelumnya beredar luas. Dalam poster tersebut disebutkan E.M. dilaporkan hilang sejak 29 Juni 2026 setelah meninggalkan kamar kosnya di wilayah Cikupa, Sagaranten, dan tidak lagi dapat dihubungi.

Meski demikian, hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pihak keluarga yang mendatangi rumah sakit untuk melihat langsung kondisi jasad mengaku belum dapat memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan anggota keluarganya.

Keraguan muncul karena pakaian yang ditemukan di tubuh korban tidak dikenali keluarga dan berbeda dengan pakaian terakhir yang dikenakan saat korban dinyatakan hilang. Selain itu, tidak ditemukan barang-barang pribadi seperti telepon genggam, dompet, kartu identitas, perhiasan, maupun tanda pengenal lainnya di lokasi kejadian.

Ketiadaan petunjuk tersebut membuat proses identifikasi hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan ilmiah.

Polisi Andalkan Autopsi dan Uji DNA

Untuk memastikan identitas korban sekaligus mengungkap penyebab kematian, jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit guna menjalani autopsi. Sementara itu, pemeriksaan forensik lanjutan, termasuk uji DNA, disiapkan sebagai langkah utama dalam mengidentifikasi korban secara pasti.

Pemeriksaan genetika akan dibandingkan dengan sampel dari pihak keluarga yang diduga memiliki hubungan dengan korban. Polisi menegaskan, seluruh informasi yang beredar di media sosial masih sebatas dugaan dan belum dapat dijadikan dasar penetapan identitas.

Selain menunggu hasil autopsi dan uji DNA, penyidik juga terus memeriksa sejumlah saksi, menelusuri lokasi penemuan, serta mengumpulkan berbagai petunjuk lain untuk mengetahui penyebab kematian dan memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana di balik penemuan kerangka misterius tersebut.

Hingga hasil pemeriksaan forensik diumumkan, identitas korban maupun kronologi pasti kematiannya masih menjadi teka-teki yang terus didalami aparat kepolisian.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.