PAMEKASAN — Senin siang, 17 Agustus 2026, ketika sebagian masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan, kabar tragis justru datang dari Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial TD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu kandungnya sendiri, DA (31).
Ironisnya, tragedi tersebut terjadi di rumah yang semestinya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan keterangan yang disampaikan polisi, DA meminta ibunya yang merupakan nenek korban untuk pergi membeli jajanan bersama dua anak lainnya.
Namun, ketika rumah dalam keadaan sepi, peristiwa tragis diduga terjadi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, sang nenek kembali ke rumah dan mendapati TD sudah tergeletak di teras dalam kondisi bersimbah darah. Warga kemudian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Pademawu.
Karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, TD kemudian dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Setelah korban dibawa ke fasilitas kesehatan, rumah tersebut diketahui dalam keadaan terkunci dari dalam. Warga bersama petugas kepolisian kemudian mendobrak pintu untuk masuk.
Di dalam rumah, polisi menemukan DA masih memegang sebilah pisau. Petugas langsung mengamankan perempuan tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasihumas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi dan penyebab terjadinya penganiayaan yang berujung pada kematian korban.
Berdasarkan keterangan keluarga dan sejumlah saksi, DA diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa. Kondisinya disebut sempat membaik, tetapi dalam sekitar empat hari terakhir dilaporkan kembali kambuh dan masih menjalani pengobatan.
Meski demikian, kondisi tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan pendalaman kepolisian. Penyebab pasti serta rangkaian kejadian yang menyebabkan TD meninggal dunia belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan awal.
Kasus ini menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan tentang keselamatan anak di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan pertama.
Rumah semestinya menjadi ruang bagi seorang anak untuk tumbuh, bermain, dan merasa aman. Namun, dalam tragedi di Pademawu, tempat itu justru menjadi lokasi terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa seorang anak.
Polisi kini masih menangani kasus tersebut dan mendalami seluruh keterangan saksi serta kondisi DA untuk memastikan fakta kejadian secara menyeluruh.
DOKUMENTASI VIDEO
⚠️ WARNING !Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hatidan bijak.
⚠️ CATATAN !Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.