BANJAR, JAWA BARAT — Identitas perempuan yang tewas setelah tertabrak kereta api di kawasan Pasiranji, Lingkungan Bojongsari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Betty Elisabeth (66), warga Lingkungan Langen, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.20 WIB, di jalur kereta api kawasan Pasiranji, tepatnya di wilayah Lingkungan Bojongsari RT 04/RW 04, Kelurahan Bojongkantong.
Informasi mengenai kecelakaan itu kemudian diketahui warga setelah adanya kabar bahwa seorang pejalan kaki tertabrak kereta api di lokasi tersebut.
Salah seorang warga setempat, Didin Rohmanudin, mengatakan tidak ada warga yang menyaksikan secara langsung detik-detik ketika korban tertabrak kereta api.
Menurut Didin, warga mulai berdatangan ke lokasi setelah mendengar informasi mengenai adanya pejalan kaki yang tertabrak kereta. Warga juga sempat mendengar bahwa kereta api yang melintas kemudian memperlambat lajunya.
“Yang melihat langsung kejadian tidak ada. Cuma tadi ada kabar kereta apinya sempat melambat ada sekitar 300 meter. Makanya warga akhirnya berdatangan ke lokasi,” ujar Didin.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, korban diduga tertabrak KA Sangkuriang yang melintas dari arah barat menuju timur. Namun, kepastian mengenai kronologi tabrakan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Kapolsek Langensari AKP Yosua Sori Hamonangan mengatakan korban diduga meninggal dunia setelah tertabrak KA Sangkuriang.
“Korban merupakan warga Kelurahan Muktisari. Diduga korban meninggal akibat tertabrak kereta api Sangkuriang,” kata AKP Yosua, Selasa (8/9/2026).
Menurut keterangan kepolisian, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah Kodap Purwokerto menerima telepon dari masinis KA Sangkuriang pada Senin sekitar pukul 18.34 WIB.
Masinis melaporkan bahwa kereta api menabrak seseorang di KM 317+6/7 petak jalan Bjr-Ln, Plb 7044A.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas keamanan kemudian bergerak menuju titik yang dilaporkan. Polsuska Andri Sriyanto bersama petugas keamanan Stasiun Langen, Dede, melakukan pengecekan di lokasi berdasarkan koordinat yang diberikan oleh masinis.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan seorang perempuan dalam kondisi telah meninggal dunia dengan luka berat akibat tertabrak kereta api.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan jasad seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat akibat tertabrak kereta api. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian,” jelas AKP Yosua.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Tim Inafis Polres Banjar bersama personel piket Samapta mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta proses evakuasi terhadap jenazah korban.
Jenazah Betty Elisabeth selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Banjar untuk penanganan lebih lanjut.
Pada saat pertama kali ditemukan, korban disebut tidak membawa dokumen identitas sehingga warga maupun petugas di lokasi belum dapat langsung mengetahui identitasnya.
Setelah proses penanganan di rumah sakit dilakukan, jenazah akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, terutama karena lokasi kejadian merupakan jalur aktif kereta api. Polisi dan petugas terkait masih melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian serta penyebab korban berada di jalur rel dapat diketahui secara jelas.
⚠️ WARNING ! Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):
⚠️ CATATAN ! Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.