‎ ‎ ‎ Diduga Cemburu karena Perselingkuhan, Ibu Muda di Saumlaki Ditikam Kekasih dengan Gunting - CREEPY ROOM

Diduga Cemburu karena Perselingkuhan, Ibu Muda di Saumlaki Ditikam Kekasih dengan Gunting

CREEPY ROOM – Seorang ibu muda bernama Regina Batseran (25) mengalami luka berat setelah ditikam oleh kekasihnya sendiri, Sergio Tupan (24), di depan Toko MR. DIY, Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (29/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan kecemburuan setelah pelaku menerima informasi bahwa korban menjalin hubungan dengan pria lain.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.55 WIT. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Kepulauan Tanimbar, Iptu Olofianus Batlayeri, pelaku diduga nekat menyerang korban karena terbakar api cemburu.

“Motifnya diduga karena faktor cemburu. Pelaku menerima informasi bahwa korban yang merupakan kekasihnya diduga memiliki hubungan dengan orang lain,” ujar Olofianus saat dikonfirmasi.

Dalam kondisi emosional, Sergio diduga mendatangi Regina dan menyerangnya menggunakan senjata tajam berupa gunting. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka berat hingga tersungkur dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Warga yang menyaksikan peristiwa itu segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket SPKT Shift 3 bersama piket fungsi yang dipimpin Ka SPKT Iptu Remal Patty langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi Regina ke RSUD Dr. P.P. Magreti Saumlaki untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT dan langsung menjalani perawatan intensif.

“Saat ini korban dalam kondisi kritis dan sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr. P.P. Magreti Saumlaki,” ungkap Olofianus.

Sementara itu, Sergio telah diamankan di Mapolres Kepulauan Tanimbar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap secara menyeluruh peristiwa penikaman tersebut.

Diketahui, Regina dan Sergio merupakan pasangan kekasih yang belum terikat dalam pernikahan sah, baik secara gereja maupun sipil. Keduanya telah memiliki seorang anak dari hubungan tersebut.

Regina diketahui merupakan warga Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, dan lahir di Wowonda pada 23 Februari 2001. Adapun Sergio merupakan warga Desa Olilit yang lahir pada 9 September 2002.

Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pihak kepolisian meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum. Polisi menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, Sergio masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kepulauan Tanimbar. Polisi belum membeberkan secara resmi pasal yang akan diterapkan terhadap pelaku. Informasi awal menyebutkan perkara ini berkaitan dengan dugaan penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP, tetapi penerapan pasal secara pasti masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING !  Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Kami menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.