TANGERANG – Kasus penemuan jasad pria berinisial MH (29) di pinggir jalan kawasan Kampung Bayur, arah Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (2/10/2026), mulai menemui titik terang. Korban yang merupakan warga Kampung Tanggulun, Desa Kampung Kelor, diduga kuat meninggal dunia akibat pembunuhan.
Dugaan tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Gunawangsa, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut sekaligus memburu pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.
“Saat ini polisi masih tetap melakukan upaya mencari pelaku. Korban diduga kuat korban pembunuhan,” kata Kompol Gunawangsa saat dihubungi, Sabtu (3/10/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MH ditemukan mengalami luka pada bagian perut yang diduga akibat tusukan senjata tajam. Luka tersebut menjadi salah satu petunjuk yang tengah didalami penyidik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Gunawangsa menjelaskan bahwa luka pada tubuh korban mengarah pada dugaan penggunaan benda tajam. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap.
“Luka di perut, luka tusukan dari benda tajam. Lebih lengkapnya nanti diinformasikan kembali. Polisi juga sudah melakukan cek TKP,” ungkapnya.
Selain memeriksa kondisi korban, polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah langkah penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan mencari petunjuk yang dapat mengarah pada identitas serta keberadaan pelaku.
Di sisi lain, Sekretaris Desa (Sekdes) Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Dadang, membenarkan bahwa MH merupakan warga di wilayahnya. Ia juga menyampaikan bahwa jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU).
Dadang mengaku ikut mengantarkan jenazah korban ke pemakaman pada Sabtu pagi. Namun, hingga saat memberikan keterangan, ia mengaku belum memperoleh informasi lebih jauh mengenai kronologi maupun penyebab pasti kematian MH.
“Semalam saya begadang, tadi pagi saya nganterin ke makam dan korban sudah dimakamkan, tapi saya belum mendapatkan informasi lain,” kata Dadang.
Mengenai dugaan penyebab kematian korban, Dadang mengaku sempat mendengar informasi yang beredar bahwa MH meninggal dunia setelah terlibat perkelahian. Meski demikian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia pun enggan berspekulasi lebih jauh mengenai peristiwa yang menyebabkan warganya meninggal dunia tersebut.
“Selama ini sih kemungkinan perkelahian kalau enggak salah, tapi ini kan menurut saya,” tutup Dadang.
Hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, polisi masih berupaya mengungkap kasus kematian MH. Dugaan pembunuhan menjadi salah satu fokus penyelidikan, sementara motif, kronologi kejadian, serta identitas terduga pelaku belum disampaikan secara resmi oleh pihak kepolisian.
Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya pria berusia 29 tahun tersebut di kawasan Bayur, Tangerang.
⚠️ WARNING ! Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):
⚠️ CATATAN ! Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.