Fakta Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Tabanan Terungkap

Kasus tewasnya KD, pria yang diduga mencuri ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus mengungkap fakta-fakta baru. Dalam perkembangan penyidikan, kepolisian memastikan korban kedapatan membawa dua ekor ayam yang diduga hasil curian saat diamankan warga. Polisi juga telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan pengeroyokan dan melakukan autopsi melalui proses ekshumasi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, KD ditemukan membawa dua ekor ayam saat diamankan warga. Namun, penyidik masih mendalami jenis ayam maupun nilai kerugian yang ditimbulkan agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat.

Selain membawa dua ekor ayam, polisi juga membenarkan bahwa korban membawa sejumlah barang saat beraksi, yakni sebuah pisau, ketapel, serta batu-batu kecil yang diduga digunakan sebagai alat bantu.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, kepolisian mengungkap bahwa KD bukan kali pertama berurusan dengan hukum. Berdasarkan catatan Polres Tabanan, korban merupakan residivis kasus pencurian cengkih pada tahun 2018. Bahkan, sepeda motor yang digunakannya saat kejadian diketahui merupakan hasil tindak pidana pencurian di Kabupaten Bangli pada 2019.

Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa latar belakang korban tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Seluruh proses penegakan hukum, menurutnya, harus dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan tersebut. Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka sehingga belum dapat membeberkan secara rinci keterlibatan mereka dalam aksi pengeroyokan. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya penambahan tersangka apabila ditemukan alat bukti baru selama proses penyidikan berlangsung.

Kapolres membantah anggapan bahwa penanganan perkara berjalan lambat. Ia menyebut tim penyidik bekerja secara maraton selama dua hari tanpa henti untuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, hingga menetapkan para tersangka.

Dari data kepolisian, sepanjang tahun 2026 telah tercatat sedikitnya enam laporan pencurian ayam di wilayah hukum Polres Tabanan. Maraknya kasus pencurian ternak disebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya keresahan masyarakat. Meski demikian, polisi tetap mengimbau warga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, keluarga korban mengaku baru mengetahui bahwa KD diduga menjadi korban pengeroyokan setelah melihat video yang beredar di media sosial. Sepupu korban, Made Partha, mengatakan keluarga awalnya mengira KD meninggal secara wajar.

Menurut Partha, KD diketahui tidak pulang ke rumahnya di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, selama tiga hari sebelum akhirnya keluarga menerima kabar bahwa ia telah meninggal dunia.

Sehari-hari KD bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi istri dan dua anak perempuannya. Saat musim panen cengkih, ia bekerja sebagai buruh petik cengkih. Sementara di luar musim panen, ia menjadi buruh cangkul.

Partha mengaku tidak mengetahui alasan korban diduga mencuri ayam. Ia bahkan menyebut sebelum menghilang, KD sempat memberikan uang sebesar Rp2.713.000 kepada istrinya untuk membayar uang gedung sekolah anak mereka sehingga keluarga tidak mengetahui adanya persoalan ekonomi yang mendesak.

Keluarga juga mengungkap sempat menandatangani surat perdamaian di Polsek Baturiti karena mengira korban meninggal secara alami. Namun setelah melihat video yang viral serta kondisi jenazah, keluarga merasa terkejut dan meyakini KD diduga menjadi korban pengeroyokan.

Kini pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, Polres Tabanan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam yang dilanjutkan dengan autopsi forensik. Proses tersebut dilaksanakan di Setra Adat Sidatapa pada Senin (27/7/2026) dengan melibatkan tim forensik RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Made Tedy menjelaskan bahwa autopsi sempat tertunda karena keluarga korban pada awalnya menolak dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif melalui pemerintah desa dan kepala desa setempat, keluarga akhirnya memberikan persetujuan.

Menurut Tedy, proses autopsi diperkirakan berlangsung sekitar tiga jam. Pemeriksaan forensik dilakukan untuk memastikan penyebab kematian serta mengidentifikasi jumlah dan karakteristik luka yang dialami korban, sehingga dapat menjadi alat bukti penting dalam proses penyidikan.

Hingga kini penyidikan masih terus berlangsung. Lima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Tabanan. Penyidik juga masih terus mengembangkan perkara, termasuk membuka peluang penambahan tersangka apabila ditemukan bukti baru.

Selain itu, jumlah saksi yang diperiksa juga terus bertambah. Sebelumnya sedikitnya 18 saksi telah dimintai keterangan dan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan guna mengungkap secara utuh kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya KD.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.