Palembang — Duka menyelimuti keluarga Maria Then Sui, perempuan berusia 89 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah dalam insiden kebakaran di dapur rumahnya di Jalan Sukarela Lorong Batujajar KM 7, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (28/8/2026).
Maria diduga menjadi korban aksi cucunya sendiri, M (27), yang disebut melemparkan botol berisi Pertalite ke arah korban saat sedang memasak. Dalam kejadian tersebut, putri Maria, Katarina (51), yang berada di sekitar dapur juga ikut terkena api.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.50 WIB. Saat itu, Maria sedang menggoreng makanan di dapur rumah.
Menurut keterangan keluarga, M datang ke rumah dalam kondisi marah-marah. Ia kemudian berjalan menuju dapur, tempat Maria sedang memasak.
Anak Maria, Chen Chen (47), mengatakan situasi di rumah mendadak berubah tegang ketika M mendekati dapur.
“Ibu saya lagi di dapur menggoreng gorengan. Ada kakak saya di dalam kamar mandi. M datang sambil marah-marah,” kata Chen Chen, Sabtu (29/8/2026).
Tak lama kemudian, M diduga melemparkan botol berisi Pertalite ke arah Maria. Chen yang melihat situasi tersebut sempat berusaha mengamankan dapur dengan mematikan kompor.
Namun, setelah itu Chen meninggalkan dapur untuk membangunkan anak-anaknya yang sedang bersiap berangkat sekolah.
Ketika kembali ke dapur, Chen mendapati api telah membesar dan menyambar tubuh ibunya.
Chen menduga api semakin cepat membesar karena kondisi dapur masih tertutup dan sumber api dari kompor belum sepenuhnya aman.
“Api sudah besar menyambar. Ternyata dari kompor yang masih hidup. Mungkin karena ruangannya masih tertutup, jendela dan pintu belum dibuka,” ujarnya.
Chen kemudian berusaha memadamkan api sambil meminta bantuan warga sekitar.
Maria berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, luka bakar yang dialaminya sangat parah. Pihak keluarga menyebut sekitar 95 persen bagian tubuh Maria mengalami luka bakar.
Setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, kondisi Maria akhirnya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB pada hari yang sama.
Sementara itu, Katarina yang turut terkena kobaran api juga mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.
Usai kejadian, M sempat diamankan oleh warga. Polisi kemudian menangani perkara tersebut dan membawa M ke Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Alex Andriyan mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, M sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari keluarga serta sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Penanganan terhadap M nantinya akan disesuaikan dengan kondisi yang bersangkutan serta hasil pemeriksaan medis.
Hingga kini, polisi belum menyampaikan status hukum M maupun kesimpulan akhir penyelidikan terkait dugaan pelemparan botol berisi Pertalite tersebut.
Sementara itu, jenazah Maria disemayamkan di rumah duka di kawasan Jalan Batujajar, Kelurahan Sukarami, Palembang. Pada Sabtu (29/8/2026), keluarga dan warga sekitar berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Motif M datang dalam kondisi marah dan alasan di balik dugaan aksi pelemparan botol berisi Pertalite juga masih menunggu hasil penyelidikan.


⚠️ WARNING ! Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):
⚠️ CATATAN ! Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.