KARAWANG – Aksi tawuran antarkelompok remaja kembali memakan korban jiwa dan luka berat. Bentrokan yang terjadi di Jalan Raya Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, mengakibatkan seorang remaja berinisial MR (18) kehilangan pergelangan tangan kanannya setelah disabet senjata tajam.
Peristiwa yang terekam kamera warga dan viral di media sosial itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebelum kejadian, MR diketahui berpamitan kepada keluarganya dengan alasan hendak bermain futsal bersama teman-temannya. Namun, beberapa saat kemudian, keluarga justru menerima kabar bahwa korban telah dilarikan ke RSUD Karawang dalam kondisi mengalami luka berat.
Kakek korban, Yunus, mengaku sangat terpukul mengetahui kondisi cucunya. Menurutnya, keluarga sama sekali tidak menyangka kepergian korban pada malam itu berujung tragedi.
“Awalnya saya dengar dari ibunya dia pamit mau main futsal sama teman-temannya. Tapi tidak lama setelah itu, kami malah mendapat kabar kalau dia sudah ada di RSUD,” ujar Yunus kepada awak media, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan rekaman video yang beredar, dua kelompok remaja terlihat saling menyerang menggunakan berbagai jenis senjata tajam di tengah Jalan Raya Pancawati. Dalam bentrokan tersebut, korban diduga terdesak oleh kelompok lawan hingga tidak sempat menghindari serangan yang mengarah ke tubuhnya.
Akibat sabetan senjata tajam, pergelangan tangan kanan korban terputus di lokasi kejadian. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Satreskrim Polres Karawang bersama Polsek Klari langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas para pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban datang ke lokasi bersama beberapa rekannya yang diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui datang ke lokasi bersama beberapa rekannya yang diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain. Saat terjadi bentrokan, korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam pada bagian pergelangan tangan kanan,” jelas Wildan.
Ia menambahkan, warga sempat menemukan potongan pergelangan tangan korban yang terputus di lokasi kejadian. Potongan tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada tim medis sebagai bagian dari penanganan korban.
“Lengan korban putus dan potongan tangannya ditemukan warga, kemudian kami serahkan potongan lengan itu ke pihak medis untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Hingga kini, polisi masih memburu kelompok lawan yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara barang bukti dari lokasi kejadian telah diamankan oleh Unit Identifikasi Polres Karawang.
“Saksi sudah kami periksa, barang bukti kami amankan, dan kelompok lawan tawuran yang memakan korban ini sedang kami buru,” tambahnya.
Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Karawang. Kepolisian juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah terulangnya aksi tawuran yang dapat berujung pada korban jiwa maupun luka berat.
“Kami sedang menangani kasus ini lebih lanjut. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama membatasi kegiatan pada malam hari. Tawuran tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa,” pungkas Wildan.
⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.