Misteri Mayat Wanita Terbakar di Demak Terkuak, Korban Dibunuh Kekasihnya

DEMAK — Misteri penemuan jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan dalam kondisi terbakar di sebuah pos ronda di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Polisi menangkap seorang pria bernama Bambang Irawanto (53) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sri Lestari (42).

Bambang ditangkap oleh tim gabungan pada Kamis (3/9/2026) dini hari. Polisi menyebut pembunuhan tersebut bermula dari pertengkaran antara tersangka dan korban yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan hingga korban meninggal dunia.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan tersebut adalah sakit hati.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, motifnya adalah sakit hati,” kata Samelino dalam konferensi pers di Mapolres Demak, Kamis (3/9/2026).

Berawal Saat Berboncengan Motor

Sebelum kejadian, Bambang dan Sri diketahui sedang berboncengan menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan, korban meminta tersangka mengantarkannya ke rumah mantan suaminya.

Permintaan tersebut disebut berkaitan dengan kebutuhan korban untuk meminta uang kepada mantan suaminya guna keperluan pengobatan anaknya.

“Perjalanan itu adalah tersangka ini membonceng korban. Korban minta diantar ke rumah mantan suami korban dengan tujuan karena memang ingin minta uang berobat untuk anaknya,” ujar Samel.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Bambang. Penolakan itu kemudian memicu pertengkaran yang terus berlangsung hingga keduanya tiba di lokasi kejadian.

Polisi menduga terdapat unsur kecemburuan dalam pertengkaran tersebut. Kendati demikian, Samel menegaskan bahwa dugaan tersebut belum disampaikan sebagai pengakuan tersangka.

“Namun tersangka menolak dan di situ terjadi cekcok sampai dengan tiba di lokasi. Kalau dari pengakuan belum ada, cuma perkiraan kita yang namanya mereka berpacaran dimungkinkan itu ada rasa cemburu,” ungkapnya.

Cekcok Berujung Pemukulan

Sesampainya di pos ronda tepi Jalan Raya Purwodadi-Semarang, wilayah Dukuh Wareng, Desa/Kecamatan Kebonagung, Demak, keduanya turun dari sepeda motor.

Pertengkaran yang sebelumnya terjadi di perjalanan disebut semakin memanas. Polisi menyebut korban sempat mengeluarkan kata-kata kasar kepada tersangka.

“Di lokasi kejadian, korban dan tersangka turun dan kemudian cekcoknya makin hebat. Sampai dengan si korban mengeluarkan kata-kata kasar terhadap tersangka,” beber Samel.

Perkataan tersebut disebut membuat Bambang semakin tersulut emosi. Dalam kondisi spontan, tersangka kemudian mengambil sebuah palu yang disimpan di balik jok sepeda motornya.

Palu tersebut diketahui merupakan alat yang biasa digunakan Bambang untuk bekerja.

“Sehingga kata-kata itu membuat sakit hati tersangka dan saat itu juga tersangka mengambil alat berupa palu yang biasa dia gunakan untuk bekerja itu di balik jok motornya,” kata Samel.

Bambang kemudian memukul kepala korban menggunakan palu tersebut. Berdasarkan keterangan sementara tersangka kepada polisi, pemukulan dilakukan sebanyak kurang lebih tiga kali hingga korban tidak berdaya.

“Kemudian menghantam dengan keras kepala korban beberapa kali. Berdasarkan keterangan dilakukan kurang lebih tiga kali,” tambah Samel.

Jasad Korban Kemudian Dibakar

Setelah korban meninggal dunia, tersangka diduga berupaya membakar jasad korban.

Polisi menyebut bahan bakar yang digunakan adalah Pertalite yang berada di sepeda motor tersangka. Bambang disebut menggunakan sebuah handuk untuk menyerap bahan bakar tersebut sebelum kemudian dituangkan ke tubuh korban.

“Kalau pengakuan dari tersangka membakar itu menggunakan bahan bakar jenis pertalite yang ada dalam motor. Jadi menggunakan handuk, handuknya itu dicelupin kan itu meresap. Kemudian dikeluarkan, dikumpulkan, dituangkan ke jenazah,” papar Samel.

Polisi menduga pembakaran dilakukan untuk mengaburkan identitas korban sekaligus menyulitkan proses identifikasi.

Namun, dugaan mengenai tujuan pembakaran tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Biasanya ini berdasarkan pengalaman ya, ini tujuannya tidak lain untuk mengaburkan, mempersulit identifikasi jenazah. Tapi untuk pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan,” imbuh Samel.

Pelaku Ditangkap di Semarang

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan tanpa identitas dalam kondisi terbakar di sebuah pos ronda di Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.

Jasad tersebut ditemukan pada Selasa (1/9/2026) pagi.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi dan menjadi awal penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta orang yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengarah kepada Bambang Irawanto.

Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap tersangka di sebuah rumah yang disebut menjadi lokasi pelariannya di kawasan Jalan Plumbon 1, Mangkang, Kota Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Anwar Nasir mengatakan penangkapan dilakukan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 01.15 WIB.

“(Penangkapan) di rumah pelarian tersangka di Jalan Plumbon 1 Mangkang Semarang, pada Kamis, 3 September 2026 pukul 01.15 WIB,” kata Anwar melalui pesan WhatsApp.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Resmob Polres Demak, dan Reskrim Polsek Kebonagung Demak.

Terancam 15 Tahun Penjara

Dalam pemeriksaan awal, polisi menyatakan kasus tersebut sementara dikategorikan sebagai pembunuhan yang dilakukan secara spontan setelah terjadi cekcok.

“Untuk keterangan dari tersangka saat ini kita masih pada pembunuhan biasa, masih spontan karena cek cok tadi yang korban mengeluarkan kata-kata kasar yang menyakiti hati tersangka dan secara spontan tersangka melakukan pembunuhan itu,” ujar Samel.

Atas perbuatannya, Bambang dijerat dengan Pasal 458 KUHP atau Pasal 468 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Meski tersangka telah ditangkap, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif sebenarnya di balik pembunuhan dan tujuan pembakaran jasad korban.

Kasus ini sekaligus menjadi titik terang dari misteri jasad perempuan yang ditemukan terbakar di sebuah pos ronda di Kebonagung, Demak. Polisi kini masih melengkapi alat bukti dan pemeriksaan terhadap tersangka untuk mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING !  Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tulis Komentar

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Kami menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.