KONAWE SELATAN — Kasus penemuan jasad perempuan di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai terungkap. Polisi menangkap seorang pria yang diduga merupakan kekasih korban dan mengaitkan perkara tersebut dengan persoalan hubungan asmara.
Korban diketahui bernama Darma Yani (22), warga Dusun II, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan. Sementara pria yang diamankan polisi berinisial Jefri (30).
Jefri ditangkap polisi pada Rabu malam, 16 September 2026, sekitar pukul 22.30 WITA, atau kurang dari 24 jam setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Penangkapan dilakukan oleh Tim URC Alpha Polres Konawe Selatan bersama personel Polsek Tinanggea, yang dipimpin Kapolsek Tinanggea IPTU Sucipto, S.H., M.H., CPM.
Perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/1/IX/2026/SPKT/Polsek Tinanggea/Polres Konsel/Polda Sultra, tertanggal 16 September 2026.
Diduga Dipicu Masalah Asmara
Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan AKP Taufik Hidayat mengatakan, penyidik menangkap Jefri setelah memperoleh bukti permulaan yang dinilai cukup. Jefri diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan Darma Yani meninggal dunia.
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga perkara tersebut berkaitan dengan hubungan asmara antara Jefri dan korban.
Taufik menjelaskan, Jefri diduga sakit hati setelah lamaran yang diajukan kepada Darma Yani ditolak oleh keluarga korban. Situasi kemudian disebut semakin memanas setelah Jefri melihat korban berkomunikasi dengan pria lain melalui telepon seluler.
“Jadi mau berhubungan gak jadi karena keburu cemburu, itu pengakuan pelaku,” ujar Taufik, Kamis (17/9/2026).
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan seluruh rangkaian peristiwa hanya berdasarkan keterangan Jefri. Penyidik masih mencocokkan keterangan tersebut dengan barang bukti dan hasil pemeriksaan lainnya.
Korban Diduga Dicekik
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan Jefri kepada penyidik, penganiayaan diduga bermula ketika Darma Yani berada dalam posisi terlentang di tanah.
Jefri diduga kemudian menindih tubuh korban dan mencekik lehernya menggunakan tangan kanan hingga korban lemas.
Dalam pemeriksaan awal, Jefri juga disebut mengaku melakukan pencekikan kembali setelah korban tidak lagi memberikan perlawanan.
“Pelaku kemudian mencekik ulang untuk memastikan korban benar-benar meninggal, kemudian mengambil celana korban lalu menyumpal mulut korban,” kata Taufik.
Jasad Darma Yani kemudian ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban disebut ditemukan tanpa celana dengan bagian mulut tersumbat kain, sehingga temuan tersebut menjadi bagian penting yang didalami penyidik dalam mengungkap kronologi secara utuh.
Polisi menegaskan keterangan yang disampaikan Jefri masih merupakan bagian dari proses penyidikan. Seluruh pengakuan terduga pelaku akan dicocokkan dengan alat bukti lain sebelum perkara disimpulkan secara hukum.
Sejumlah Barang Diamankan
Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara.
Barang-barang tersebut antara lain sepeda motor Yamaha Mio tanpa nomor polisi warna merah silver, sweter lengan panjang warna biru navy, kaos hitam lengan pendek, serta telepon seluler Vivo warna hijau tosca.
Selain itu, penyidik masih mencari sejumlah barang lainnya, termasuk telepon seluler milik korban jenis Infinix warna biru serta celana pendek warna putih milik terduga pelaku.
Barang-barang tersebut nantinya akan didalami untuk mengetahui keterkaitannya dengan rangkaian kejadian dan memperkuat pembuktian perkara.
Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Jefri dan mengumpulkan alat bukti serta keterangan tambahan untuk mengungkap secara lengkap bagaimana pembunuhan terhadap Darma Yani terjadi.
Kasus tersebut kini ditangani oleh jajaran Polres Konawe Selatan dan Polsek Tinanggea untuk proses hukum lebih lanjut.
DOKUMENTASI VIDEO
⚠️ WARNING !Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
⚠️ CATATAN !Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.