PANGKEP – Duka menyelimuti jajaran Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Tiga petugas pemadam kebakaran meninggal dunia setelah armada yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Labakkang.
Korban terakhir yang meninggal dunia adalah Jamaluddin (32). Ia mengembuskan napas terakhir pada Rabu (30/9/2026) pukul 06.19 Wita setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Pangkep, Hafiluddin, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengatakan, Jamaluddin sempat berada dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan bersama enam petugas lainnya.
“Korban bernama Jamaluddin dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang dalam masa kritisnya saat dirawat intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar,” kata Hafiluddin, Kamis (1/10/2026).
Kecelakaan maut itu terjadi pada Selasa (29/9/2026) di Jalan Poros Makassar-Parepare, Kampung Bujung Batue, Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep.
Saat kejadian, satu unit mobil pemadam kebakaran yang membawa tujuh petugas tengah melaju menuju lokasi karhutla. Kendaraan tersebut mengangkut tangki air dalam kondisi penuh untuk mendukung proses pemadaman.
Namun, dalam perjalanan, armada Damkar itu mengalami kecelakaan hingga terguling dua kali di badan jalan. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah petugas mengalami luka serius.
Dua korban pertama yang meninggal dunia adalah Rusman Hadi dan Komandan Pleton Damkar Ince Irwan. Rusman Hadi dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Ince Irwan sempat dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RS Batara Siang Pangkep sebelum akhirnya meninggal dunia.
Menyusul meninggalnya Jamaluddin, jumlah petugas Damkar Pangkep yang gugur dalam kecelakaan tersebut bertambah menjadi tiga orang. Ketiga jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga masing-masing.
Sementara itu, empat petugas lainnya yang turut menjadi korban masih menjalani perawatan medis. Tiga orang dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar akibat luka serius, terutama pada bagian kepala. Meski demikian, kondisi ketiganya dilaporkan mulai membaik dan telah sadar.
Adapun satu korban lainnya, bernama Ardi, menjalani perawatan di RS Batara Siang Pangkep. Ia mengalami luka ringan dan masih mendapatkan penanganan medis.
Di sisi lain, kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga petugas tersebut. Kepala Unit Gakkum Lantas Polres Pangkep, Aiptu Adi Suriadi, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap para korban selamat dan sejumlah saksi masih berlangsung.
Menurut keterangan awal, kecelakaan bermula ketika armada Damkar melintasi lampu merah Labakkang. Di depan kendaraan tersebut terdapat sebuah truk tronton yang disebut sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU.
Pengemudi mobil Damkar kemudian berupaya menghindari truk yang berada di depannya. Saat itu, armada diduga melaju dengan kecepatan tinggi dalam kondisi membawa tangki air penuh.
Ketika melakukan manuver, kendaraan diduga kehilangan kendali. Kondisi muatan air serta ban yang mengalami selip disebut menjadi faktor yang menyebabkan armada tersebut terguling hingga dua kali di badan jalan.
“Setelah melewati lampu merah Labakkang, ada mobil tronton di depan tidak memberi jalan. Pengemudi berupaya menghindari kendaraan di depannya yang sedang mengantre BBM di SPBU dengan laju kendaraan cepat. Karena membawa muatan air, selanjutnya kehilangan kendali, ban mengalami slip sehingga terguling dua kali di badan jalan raya,” jelas Adi Suriadi.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Polisi perlu memeriksa seluruh keterangan saksi dan korban selamat untuk memastikan rangkaian peristiwa serta faktor yang menyebabkan armada Damkar kehilangan kendali.
Kecelakaan ini menjadi duka mendalam bagi jajaran Damkar Pangkep. Tiga petugas yang semula berangkat untuk menjalankan tugas kemanusiaan memadamkan kebakaran hutan dan lahan justru kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
⚠️ WARNING ! Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):
⚠️ CATATAN ! Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tautannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.