Warga Jalan Tidung Mariolo 1, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita dalam kondisi membusuk di sebuah kamar kos, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan wajah tertutup bantal saat pintu kamar dibuka.
Korban diketahui berinisial KSR (24), berdasarkan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditemukan petugas. Ia berasal dari Dusun Beloa’, Lembang Tandung Nanggala, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Korban disebut merupakan seorang mahasiswi yang juga bekerja di sebuah studio foto di kawasan Hertasning, Makassar.
Penemuan mayat tersebut bermula saat warga sekitar mencium bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai tikus. Salah seorang penghuni kos berinisial RK (38) kemudian melaporkan hal itu kepada anak pemilik kos.
Menurut RK, anak pemilik kos sempat mencari sumber bau hingga ke area plafon lantai dua. Saat mengintip ke dalam kamar korban, terlihat bagian kaki korban dari celah kamar.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, aparat kepolisian datang ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh sudah membengkak dan dipenuhi lalat. Wajah korban tertutup bantal, sementara di bagian paha terlihat bercak darah yang telah mengering.
“Waktunya dibuka pintu kelihatan tertutup bantal mukanya dalam posisi terlentang. Ada darah di bagian sekitar paha, tidak tahu pakai celana atau tidak karena sudah menghitam. Bengkak seluruh badan dan sudah banyak lalat,” ungkap RK.
Tetangga kos menyebut korban sudah tinggal di tempat tersebut sekitar satu tahun terakhir. RK mengaku terakhir kali bertemu korban pada Minggu (10/5/2026), saat korban masih sempat menyapa seperti biasa.
Korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pekerja keras. Menurut tetangga, korban jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan hanya sesekali bercerita soal kelelahan akibat pekerjaan lembur.
“Dia sehat sekali, tidak pernah cerita sakit. Paling cuma curhat capek karena sering lembur kerja,” katanya.
Selain itu, warga sekitar juga sempat mendengar informasi bahwa korban pernah didatangi seorang pria yang diduga kekasihnya. Pria tersebut disebut beberapa kali datang menggunakan sepeda motor berwarna merah, terutama pada malam hari sekitar sebulan lalu.
Sementara itu, Kapolsek Rappocini Kompol Ismail mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian korban. Berdasarkan perkiraan awal, korban diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
“Penyebabnya belum diketahui karena korban diperkirakan sudah tiga hari meninggal baru ditemukan. Saat ini masih menunggu hasil autopsi,” ujar Ismail.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami sejumlah temuan di lokasi, termasuk beberapa pil obat yang ditemukan di dalam kamar korban.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban dan meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil autopsi keluar.
“Belum bisa dipastikan apakah terkait narkoba, aborsi, atau dugaan tindak pidana lainnya. Kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara,” tegasnya.
ㅤ
⚠ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO/FOTO:
1. https://aceimg.com/0030084d3.mp4
2. https://aceimg.com/fc1e90b4a.jpg


Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.