Terduga Maling Diamuk Massa Hingga Tewas di Lombok Barat, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Polsek Labuapi, Polres Lombok Barat, tengah menangani kasus amuk massa yang menewaskan seorang terduga pelaku pencurian berinisial SA alias Udin (39), warga Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Mapreo, Dusun Mapak Reong, Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, pada Minggu (24/5/2026) dini hari. Udin meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif dan operasi akibat luka serius yang dialaminya usai dihakimi massa.

Berdasarkan informasi kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 00.15 WITA ketika seorang warga berinisial MI mendengar teriakan “maling” dari warga lainnya, SM. Mendengar teriakan tersebut, MI bersama sejumlah warga lain, yakni MA, YU, dan masyarakat sekitar, langsung keluar rumah dan melakukan pengejaran terhadap Udin yang diduga melakukan pencurian.

Dalam upaya melarikan diri, Udin yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kayu disebut sempat mengacungkan sebilah parang ke arah warga yang mengejarnya. Ketegangan memuncak saat tiba di Jalan Mapak Reong. Ketika MA mencoba menangkapnya, Udin mengayunkan parang tersebut hingga terlepas dari tangannya dan mengenai leher belakang MA, menyebabkan luka lecet.

Saat Udin berusaha mengambil kembali parang yang terjatuh, warga yang mengejarnya langsung menangkap dan mengeroyoknya. Situasi yang tidak terkendali memicu aksi main hakim sendiri hingga menyebabkan Udin mengalami luka robek di bagian kepala dan punggung.

Aksi pengeroyokan baru berhenti setelah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kuranji Dalang berinisial MH melintas di lokasi kejadian. MH kemudian berupaya menyelamatkan Udin dengan merangkul dan membawanya menggunakan sepeda motor menuju Rumah Sakit Kota Mataram untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pihak Polsek Labuapi kemudian berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara guna penanganan lebih lanjut terhadap kondisi korban. Tim medis RS Bhayangkara melakukan operasi terhadap Udin mulai pukul 14.00 WITA hingga 16.35 WITA.

Namun, setelah menjalani observasi pascaoperasi, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.02 WITA.

Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kapolsek Labuapi Ipda Selamet Riadi mengatakan pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami saat ini terus mendalami keterangan saksi-saksi di lapangan secara menyeluruh. Kami juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga, sekaligus berkoordinasi guna menjaga kondusivitas Kamtibmas di wilayah hukum kami,” ujar Ipda Selamet Riadi, Rabu (27/5/2026).

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit air cooler merek Sharp warna hitam, satu bilah parang, satu buah magicom merek Miyako warna hitam ungu, serta satu buah karpet warna ungu.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Kami pastikan proses penyelidikan akan berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Ipda Selamet Riadi.

Sementara itu, keluarga korban bersama Kepala Desa Karang Bongkot, Muldan, dan sejumlah warga mendatangi Lembaga Bantuan Hukum Universitas Mataram pada Selasa (26/5/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta pendampingan hukum agar kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian Udin dapat dikawal dan diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku.

REKAMAN VIDEO

⚠️ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/Akco1PpsL.mp4
2. https://aceimg.com/qdWCzWJrZ.mp4
3. https://aceimg.com/uo5e5NBre.jpg

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.