Duka mendalam menyelimuti keluarga Solehudin (40), warga Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, setelah putranya yang masih berusia 9 tahun, berinisial MAS, meninggal dunia akibat diduga diserang sekelompok anjing pemburu babi hutan. Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, tersebut kini menjadi perhatian publik dan tengah ditangani secara serius oleh aparat kepolisian.
Kematian MAS meninggalkan luka yang begitu mendalam bagi keluarga. Solehudin mengaku tidak memiliki firasat sedikit pun bahwa hari itu akan menjadi hari terakhir dirinya melihat sang anak dalam keadaan hidup. Seperti biasa, pada pagi hari korban berpamitan untuk bermain bersama temannya.
Menurut keterangan sang ayah, sekitar pukul 09.00 WIB, MAS meminta izin keluar rumah. Namun, Solehudin tidak mengetahui bahwa putranya pergi memancing hingga masuk ke kawasan persawahan dan area yang berdekatan dengan hutan.
“Kalau cerita saya juga nggak tahu kejadiannya. Saya dapat kabar dari warga kampung sebelah kalau anak saya sudah meninggal,” ujar Solehudin saat berada di Polres Bogor, Senin (8/6/2026).
Saat kejadian berlangsung, Solehudin berada di rumah. Berdasarkan informasi yang ia terima dari warga dan teman korban, MAS saat itu tengah memancing bersama seorang rekannya di saluran irigasi persawahan yang tidak jauh dari permukiman warga.
“Lagi mancing sama temennya. Di irigasi sawah,” tuturnya.
Sekitar pukul 12.00 WIB, kabar duka datang menghampiri keluarga. Warga menginformasikan bahwa MAS ditemukan meninggal dunia di kawasan Desa Sipak, Kecamatan Jasinga. Mendengar kabar tersebut, keluarga langsung bergegas menuju lokasi.
Korban ditemukan dengan luka-luka serius yang diduga akibat serangan anjing pemburu. Bagian kepala menjadi area yang mengalami luka paling parah.
“Dari kepala kelupas semua. Kulit kepala yang paling parah,” ungkap Solehudin dengan nada penuh kesedihan.
Penemuan jasad bocah tersebut sebelumnya dibenarkan oleh Kapolsek Jasinga, AKP Agus Hidayat. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari warga, korban diduga diserang oleh anjing pemburu babi hutan saat sedang memancing.
“Betul, ada ditemukan mayat. Lokasi penemuannya di Desa Sipak, Jasinga. Korban usia 9 tahun, atas nama MAS,” kata Agus.
Ia menjelaskan bahwa informasi awal yang diterima petugas mengarah pada dugaan korban digigit anjing pemburu. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian, polisi memastikan adanya korban meninggal dunia dan langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengungkap bahwa aktivitas perburuan babi hutan memang kerap dilakukan di wilayah tersebut. Para pemburu biasanya melepaskan anjing-anjing yang telah dilatih untuk mengejar babi liar di kawasan hutan, kebun, dan lahan terbuka.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, saat kejadian para pemburu diduga tidak mengetahui bahwa ada anak-anak yang sedang memancing di area tersebut.
“Karena memang di tempat itu sudah biasa mereka melepaskan anjing untuk perburuan babi liar. Mereka tidak mengecek langsung ke medan bahwa di lokasi itu ada anak yang sedang mancing,” jelas Agus.
Polisi juga telah mengidentifikasi dan mengamankan pemilik anjing yang diduga terlibat dalam insiden maut tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan di lapangan, pemilik anjing mengakui bahwa anjing yang dilepas untuk berburu merupakan miliknya.
“Dari pihak pemilik anjing tersebut mengakui bahwa itu anjingnya,” ujar Agus.
Saat ini, satu orang telah diamankan dan proses hukum selanjutnya ditangani oleh Polres Bogor.
“Sementara satu orang dulu yang kami amankan. Untuk proses selanjutnya sudah kami limpahkan ke Polres,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa pihaknya menangani kasus tersebut secara serius dan transparan. Hingga saat ini, sebanyak 57 orang saksi dan pihak terkait telah diperiksa guna mengungkap secara menyeluruh kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Selain memeriksa puluhan saksi, polisi juga menyita 21 unit kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengangkut anjing pemburu saat kegiatan perburuan berlangsung.
“Dalam perkembangan pemrosesan kasus ini, pihak kepolisian total telah memeriksa dan mengamankan sebanyak 57 orang saksi maupun pihak terkait, serta menyita barang bukti berupa kendaraan roda empat sebanyak 21 unit mobil,” kata Wikha.
Kapolres menyebut seluruh barang bukti yang telah diamankan, termasuk kendaraan, keterangan saksi, serta pemeriksaan terhadap ratusan hewan, akan menjadi dasar penting dalam proses penyidikan.
“Seluruh barang bukti kendaraan, pemeriksaan 57 orang, hingga uji laboratoris terhadap ratusan hewan ini menjadi pijakan kuat bagi penyidik untuk mengusut tuntas perkara secara profesional dan transparan,” tegasnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sekitar 50 ekor anjing pemburu yang digunakan dalam aktivitas berburu babi hutan. Namun, empat ekor anjing yang diduga terlibat langsung dalam serangan terhadap korban dilaporkan telah mati saat proses pengangkutan.
Menurut Agus, keempat anjing tersebut berada dalam satu kendaraan dan diduga mengalami kehabisan udara selama perjalanan.
“Sudah mati empat-empat karena dalam satu mobil. Kemungkinan sopir lupa membuka kaca saat perjalanan,” katanya.
Polisi menjelaskan bahwa anjing yang digunakan bukan merupakan ras khusus, melainkan anjing kampung yang dilatih untuk membantu aktivitas berburu babi hutan.
Peristiwa ini disebut sebagai kejadian pertama di wilayah tersebut yang menyebabkan korban jiwa akibat aktivitas perburuan. Pascainsiden, masyarakat setempat meminta agar kegiatan berburu babi hutan dihentikan sementara demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Di tengah kesedihan yang masih menyelimuti keluarga, Solehudin berharap proses hukum berjalan hingga tuntas dan mampu memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian putranya. Ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
“Kemungkinan bisa saya tuntut, tapi semuanya balik lagi ke proses hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia berharap kasus yang merenggut nyawa anaknya tidak berhenti di tengah jalan dan dapat menjadi pelajaran agar keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, lebih diperhatikan dalam setiap aktivitas yang berpotensi membahayakan.
“Harapannya ya biar kasus begini terkelar. Harapan saya jangan sampai mandek, lancar aja,” pungkasnya.
ㅤ
⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/vwMsyoBvA.mp4
2. https://aceimg.com/nrJPoeAKA.mp4
3. https://aceimg.com/AnD5t43Qi.mp4
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.