PIDIE – Kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan sebuah bus penumpang dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Gampong Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Minggu (14/6/2026) malam. Insiden tragis tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang diderita.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.20 WIB dan melibatkan sebuah mobil penumpang jenis Mercedes Bus JRG serta dua unit sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Kecelakaan tersebut langsung menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di salah satu jalur utama penghubung Banda Aceh dan Medan yang dikenal memiliki arus lalu lintas cukup padat.
Kasat Lantas Polres Pidie, AKP Aiyub Sami, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat Bus JRG bernomor polisi BL 7525 PB yang dikemudikan M Isa Yunus melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan.
Saat tiba di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul sebuah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BL 5653 PAW yang dikendarai oleh Cut Raisya Naisyira (13). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sepeda motor tersebut diduga hendak berbelok ke kanan jalan.
Karena jarak antara kedua kendaraan sudah sangat dekat, pengemudi bus diduga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan manuver penghindaran. Benturan pun tak terelakkan dan bus menabrak sepeda motor Honda Scoopy tersebut.
Namun, kecelakaan tidak berhenti pada benturan pertama. Setelah menabrak Honda Scoopy, bus diduga bergerak ke sisi kanan badan jalan dan kembali menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BL 4344 PAJ yang datang dari arah berlawanan.
Akibat kerasnya benturan, empat orang yang merupakan pengendara dan pembonceng kedua sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal dunia. Para korban terdiri dari Anadia (33), pengendara Honda Beat, serta Rustina (57) yang diboncengnya. Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie.
Sementara itu, dua korban lainnya adalah Cut Raisya Naisyira (13), pengendara Honda Scoopy, dan Zurratul Wilza (13) yang menjadi pembonceng. Kedua remaja tersebut merupakan warga Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat terganggu akibat kecelakaan tersebut. Jenazah para korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
AKP Aiyub Sami mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan rangkaian peristiwa dan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Keterangan sejumlah saksi di lokasi, kondisi kendaraan, serta jejak benturan yang ditemukan di TKP masih terus dianalisis oleh penyidik Satlantas Polres Pidie.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” ujar Aiyub.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian seluruh pengguna jalan, terutama saat melakukan manuver berbelok atau melintas di jalur nasional dengan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi mengurangi risiko terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya.
ㅤ
⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO (UNCENSORED):
1. https://aceimg.com/BhnXh3aOT.mp4
2. https://aceimg.com/VQrM6fHLc.mp4
3. https://aceimg.com/jSfSuYvWW.mp4
4. https://aceimg.com/Aw40OmnaR.mp4
5. https://aceimg.com/dAgQ2FHoF.mp4
6. https://aceimg.com/8nNhuv4BG.mp4 (CCTV)
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.