Wanita di Riau Ditusuk Perampok 22 Kali, Sempat Kirim Foto Bersimbah Darah ke Rekan Kerja untuk Minta Tolong

Pelalawan, Riau – Aksi perampokan brutal yang terjadi di sebuah kantor pembayaran di Kabupaten Pelalawan, Riau, nyaris merenggut nyawa seorang wanita muda bernama Putriani Tamba (25). Korban yang bekerja sebagai kasir mengalami puluhan luka akibat serangan pelaku dan sempat mengirim pesan darurat kepada rekan kerjanya sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kantor pembayaran yang berlokasi di Jalan Lintas Timur KM 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu (17/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi memperlihatkan pria tersebut mengenakan kaus berwarna abu-abu dan celana loreng saat memasuki kantor.

Saat kejadian, korban diketahui sedang berada seorang diri di dalam ruangan kasir. Pelaku kemudian masuk secara paksa dan mengancam korban menggunakan senjata tajam dengan tujuan menguasai uang perusahaan yang berada di lokasi.

Korban berusaha mempertahankan diri dari aksi pelaku. Namun, perlawanan tersebut berujung pada tindakan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami banyak luka serius. Setelah melumpuhkan korban, pelaku kemudian mengambil uang tunai yang tersimpan di dalam lemari kantor sebelum melarikan diri.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, menjelaskan bahwa kasus tersebut pertama kali terungkap setelah korban berhasil menghubungi rekannya melalui aplikasi WhatsApp dalam kondisi terluka.

Menurutnya, korban mengirimkan foto dirinya yang menunjukkan kondisi mengalami luka serius sambil meminta pertolongan karena mengaku menjadi korban serangan dan khawatir nyawanya terancam.

Pesan darurat tersebut langsung diterima oleh dua rekan kerja korban, Agung Pratama dan Harun Effendi. Keduanya segera meninggalkan lokasi kerja mereka di PT SIL dan bergegas menuju kantor tempat korban bertugas.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati pintu kantor dalam keadaan tertutup. Karena tidak mendapat respons dari dalam, keduanya meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil masuk ke dalam bangunan tersebut.

Saat memasuki ruang kasir, mereka menemukan banyak bercak darah di lantai. Korban ditemukan dalam kondisi lemah dengan kepala terbaring di atas meja kerja dan tubuh dipenuhi darah. Meski mengalami luka serius, korban masih menunjukkan tanda-tanda kesadaran saat ditemukan.

Korban kemudian segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan bahwa korban mengalami sekitar 22 luka akibat serangan senjata tajam yang mengenai sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, perut, dan pundak. Kondisi tersebut membuat korban harus menjalani perawatan serius di rumah sakit.

Sementara itu, tim kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan adanya kehilangan uang tunai milik perusahaan dalam jumlah besar. Berdasarkan pendataan sementara, total uang yang dibawa kabur pelaku mencapai Rp76.184.860.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan para saksi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Pelalawan memastikan bahwa terduga pelaku telah ditangkap dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik untuk mengungkap secara lengkap motif maupun kronologi aksi perampokan tersebut.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Rencananya hasil pengungkapan kasus ini akan disampaikan secara resmi dalam konferensi pers,” ujar Kapolres.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena korban tetap berupaya mencari pertolongan di tengah kondisi kritis yang dialaminya. Keberhasilan korban mengirim pesan darurat kepada rekan kerjanya menjadi faktor penting yang membuat nyawanya dapat segera mendapatkan pertolongan medis.

REKAMAN VIDEO

⚠️ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 LINK VIDEO (UNCENSORED):
1. https://aceimg.com/P4PvaKGbG.mp4
2. https://aceimg.com/zuwIQTiHo.mp4
3. https://aceimg.com/ne7EbXTvn.mp4

Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.