Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, ataupun orang terdekat Anda.
TASIKMALAYA – Warga Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang tewas tergantung di bawah Jembatan Binuang, RT 01 RW 10, Kamis (4/6/2026) pagi.
Misteri identitas pria akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Korban yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas kini diketahui berinisial AF (23), warga Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Terungkapnya identitas korban menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus yang sempat menghebohkan masyarakat Tasikmalaya. Sejak jasad pria berpakaian serba putih ditemukan pada Kamis (4/6/2026) pagi, berbagai spekulasi mengenai sosok korban bermunculan di tengah masyarakat karena tidak ditemukan satu pun dokumen identitas yang melekat pada tubuhnya.
Proses pengungkapan identitas dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan ilmiah oleh Tim Forensik dan Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota di RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Metode identifikasi forensik menjadi langkah utama setelah petugas kesulitan menemukan petunjuk mengenai jati diri korban di lokasi kejadian.
Setelah jenazah dievakuasi dari area bawah jembatan rel kereta api aktif tersebut, korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Soekardjo untuk menjalani proses identifikasi. Karena tidak ditemukan kartu identitas, dompet, maupun dokumen kependudukan lainnya, petugas kemudian melakukan pencocokan sidik jari korban dengan database kependudukan yang tersedia.
Hasil pemeriksaan sidik jari akhirnya mengungkap identitas korban. AF diketahui merupakan pria berusia 23 tahun yang tercatat sebagai warga Kampung Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Kepastian tersebut menjadi titik terang yang selama ini ditunggu oleh aparat maupun masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Setelah identitas korban berhasil diketahui, pihak kepolisian segera melakukan koordinasi dengan keluarga. Tidak lama kemudian, keluarga korban mendatangi RSUD dr. Soekardjo untuk memastikan identitas jenazah sekaligus melengkapi berbagai proses administrasi yang diperlukan.
Kehadiran keluarga di rumah sakit sekaligus mengakhiri upaya pencarian identitas korban yang sebelumnya menjadi fokus utama penyelidikan. Keterangan dari pihak keluarga juga menjadi bagian penting dalam membantu aparat memperoleh informasi tambahan mengenai latar belakang korban.
Sebelumnya, penemuan jasad AF sempat menggegerkan warga sekitar area persawahan di bawah Jembatan Binuang, Desa Pasirhuni. Korban ditemukan mengenakan pakaian serba putih menyerupai gamis dan berada di lokasi yang berdekatan dengan jalur rel kereta api aktif. Kondisi tersebut menarik perhatian warga yang melintas dan segera melaporkannya kepada aparat setempat.
Menerima laporan dari masyarakat, petugas kepolisian bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengevakuasi jenazah guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Meski identitas korban kini telah berhasil dipastikan, penyelidikan kasus belum sepenuhnya berakhir. Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh latar belakang serta faktor-faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Sejumlah keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan jenazah telah dihimpun. Selain itu, petugas juga mengumpulkan berbagai barang dan petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi sebagai bagian dari upaya melengkapi rangkaian fakta dalam kasus ini.
Polisi berupaya memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan secara komprehensif agar setiap fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban sekaligus memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya teknologi identifikasi forensik dalam membantu aparat mengungkap identitas seseorang ketika dokumen kependudukan tidak ditemukan. Berkat metode pencocokan sidik jari, identitas korban akhirnya dapat diketahui sehingga keluarga dapat segera memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melanjutkan pendalaman untuk melengkapi seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut sebelum penanganan kasus dinyatakan tuntas.
ㅤ
⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/bBmBlX3z1.mp4
2. https://aceimg.com/a4wGErXvL.mp4
3. https://aceimg.com/YjfYjb57e.mp4
4. https://aceimg.com/w3kWSu5nV.mp4
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.